* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Udah kerasa capek, belum?” Devon nanya sambil tersenyum geli karena Sava yang jalan di sampingnya itu kelihatan udah mulai ngos-ngosan. Mengingat ini wisata alam, jadi gak kaget kalau jalanannya agak gak enak. Demi menuju air terjun yang jadi tempat tujuan utama, keduanya harus melewati jalan licin bebatuan yang menanjak. Makanya, Devon tanya begitu karena dia harus memastikan bahwa Sava baik-baik saja. Sava meringis. “Agak—eh!” Cewek itu memegangi pundak Devon karena hampir jatuh kepleset. Batu-batu besar disana memang sangat licin, belum lagi jalanan yang sedikit berlumpur. “Dicopot aja, deh, sepatunya dari pada kepleset? Mau? Dari pada kot

