Note : Sudah memasuki bagian bukan flashback alias masa kini (melanjutkan chapter 8). * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Sebenernya, kalau Devon ditanya apakah dia gak pernah dendam sama Raras atau mungkin punya rasa—entah sekecil apapun—jengkel karena dulu diputusin cewek itu, jawabannya adalah pernah. Iya, pernah. Bohong, sih, kalau dia bilang dia gak kecewa dan marah. Dia sakit hati. Tapi gak pernah sama sekali merasa dendam. Gini, deh. Setiap orang normal punya perasaan seperti itu saat dia diputusin. Apa lagi ini Devon Artama, yang cintanya udah masuk kategori cinta mati. Dia udah secinta itu sama Raras, dan karena hal yang menurut Devon normal dilakukan—meminta Raras untuk ti

