41 You Drive Me Crazy ”Fikriii...” Eya mencium seluruh wajah bayinya yang sedang berbaring di lantai di depan televisi. Eya hari ini tidak ada jadwal mengajar. Karena itu, Runa ikut Syofiyyan ke toko. Di rumah siang ini hanya ada Eya bersama bayinya. ”Fikriiii....” Diulangi lagi oleh ibu muda itu menyerukan nama putranya. Senyum menghias di wajah cantik itu. Matanya berbinar penuh suka cita. Perasaan senang yang bertuan sedang mengisi hati Eya. ”Papi pulang.” Ia tertawa kecil. ”Papi pulang, Sayang.” Digenggamnya tangan Fikri yang jauh lebih kecil. Baru saja ia diberi tahu oleh Zoffan bahwa lelaki itu akan pulang beberapa jam lagi. Zoffan pergi sehari setelah mereka ijab kabul. Tidak seperti perpisahan sebelumnya, perpisahan kali ini serasa berbeda. Tak terhitung kalinya, Zoffan

