17 Lodge: Stay with You PLAKKK Telapak tangan Eya menempel dengan keras di wajah Zoffan ketika baru membuka mata. Kedua tangannya lantas menutup mulut tak percaya. Eya menunduk guna menyembunyikan gelisah. Ia tidak sengaja melakukannya. Demi Tuhan ia tidak bermaksud menampar Zoffan. Tadi ia kaget melihat wajah Zoffan dan pikiran yang melintas adalah wajah yang telah mengambil paksa keperawanannya pada malam yang paling sial itu. Kedua tangan Eya dibuka paksa dari wajah. Telapak tangannya diremas kuat oleh Zoffan. ”Kamu kenapa nampar aku?!” Terlihat jelas urat leher Zoffan menyembul waktu berbicara. Lelaki itu marah sudah pasti. Eya telah membangunkan macan tutul dari tidurnya. ”Jawab! Kenapa tiba-tiba menampar aku?!” Suara Zoffan keras sekali. Tak tanggung-tanggung, lelaki itu

