16 Lodge: Night with You ”Aaah senangnya. Ayo kita bebas di sini.” Langkah Eya tersaruk-saruk sewaktu tangannya ditarik Zoffan menuju penginapan. Eya sudah berusaha menggoyangkan tangan agar terlepas. Zoffan seratus kali lebih kuat dari dirinya. Pemuda itu senang berolahraga. Terbukti otot-otot yang terbentuk di tangan Zoffan semakin membuat kekuatan tangan Eya bagai tiada arti. Barangkali ia hanya menang dalam perang kata-kata. Secara fisik, Eya kalah jauh. Akhirnya, di sinilah Eya berada. Terkurung berdua dengan sang macan tutul. Zoffan langsung menuju kamar mandi dalam kamar tersebut. Sekeluar dari sana, wajahnya telah basah oleh air wudhu. ”Ayo solat,” ajaknya pada Eya yang masih berdiri terpaku di depan pintu. Eya tak mau membuat masalah baru. Ia segera mengikuti intruksi

