15 Still in Love Sejak kejadian di kamar mandi, Eya tidak berani lagi membahas Zahfiyyan di rumah. Namun, ia tak bisa mengabaikan ketika harus bertemu Zahfiyyan di kampus. Rindu. Ia begitu rindu kepada lelaki itu! ”Bang Fiyyan!!” Sebagai adik ipar Zahfiyyan, Eya kini memanggil Zahfiyyan seperti suaminya memanggil Zahfiyyan. Lagi pula, teman-teman dosen juga tahu kalau mereka kakak dan adik ipar. Zahfiyyan menoleh ke belakang, kepada Eya. Wajahnya mengguratkan senyuman tipis. Cukup bagi Eya untuk maju tiga langkah hingga mereka berdiri bersisian. ”Assalamu’alaikum,” ucapnya terlebih dahulu. Kenangan masa-masa dahulu terbit dalam pikiran Eya—ketika ia menemui Zahfiyyan di musala kampus mereka. Kini keadaan telah berbeda, mereka terikat tali kekeluargaan. Kendati perasaan cinta y

