20 A Grumpy Eya Driella terpana melihat kemana Zoffan membawanya. Lelaki itu ngebut sekali hingga Eya kira kegilaan Zoffan mulai kambuh. Namun, yang ia dapati malah membuatnya tercengang. Bagaimana tidak, sekarang ini Zoffan memarkir mobil di depan rumah bidan. Tahu bidan? Biasanya orang-orang sakit dan ibu melahirkan mencari mereka. ”Ayo turun cepat!” titah Zoffan sebelum ia keluar. ”Punya telinga enggak?!” Zoffan jewer telinga istrinya hingga Eya terpekik. ”Kamu itu! Bicara kalau enggak pakai jewer bisa! Itu yang kamu tarik telinga aku tahu.” ”Cepat turun! Lama!” Zoffan menarik tangan Eya. Langkah kaki wanita itu terseok mengikuti keluwesan langkah kaki Zoffan. ”Eh Pan, bawa siapa kamu?” Seorang wanita muda dengan seragam putih dan rambut disanggul rapi menegur Zoffan. Matanya

