Rafli tidak tahu ada apa dengan dirinya saat ini, kenapa dia sangat menginginkan Melati, apalagi ketika melihat gadis itu begitu seksi dengan pakaian tidur yang dilapisi jaket. "Tttt---tuan, jangan!" Melati menahan badan Rafli yang mulai condong ke wajahnya, sampai napas itu begitu terasa. Sapuan lembut di bagian pipi, juga ciuman tipis di daun telinganya, semua sentuhan Rafli membuat sesuatu berdesir di tubuh Melati yang reflek menolak, tapi tidak sanggup menahan diri. "Melati .... " Rafli mulai menciumi wajah Melati dan berhenti di bagian bibir, dia menyakiti dengan jempolnya sambil matanya menatap gadis yang seperti malu-malu. "Jangan lakukan itu, Tuan." "Tidak, aku--- aku sangat menginginkanmu." Melati menolak saat kedua kalinya Rafli melumat bibirnya. "Saya tidak mau! Tidak bi

