Lima tahun kemudian
Pagi pagi sekali Aisyah sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Karena ini hari Sabtu biasa Aisyah akan membantu ibunya menyelesaikan pekerjaan rumah, Lalu setelah itu ia akan istirahat satu harian.
Biasa hari sabtu hari yang dinanti semua pasangan untuk jalan berdua. Tapi tidak untuk Aisyah walaupun ia sudah memiliki pacar.
Sudah delapan bulan Aisyah berpacaran dengan teman sekantor nya. Tapi teman sekantor nya tidak ada yang tahu mereka punya hubungan.
Ya Gilang memang merahasiakan nya dengan alasan tidak ingin mengganggu pekerjaan dan tidak ingin menjadi olok olokan teman sekantor nya. Aisyah tidak pernah masalah untuk itu toh hubungan mereka baik baik saja.
Dan alasan yang kedua memang dilarang memiliki hubungan satu kantor.
Aku dan Gilang teman sekantor, aku bagian sekretariat sedangkan Gilang bagian keuangan. Itu membuat kami jarang bertemu.
****
"Lusa anak pemilik perusahaan akan datang, dan ia akan menjadi CEO baru di perusahaan utama"
Pengumuman ini membuat seluruh staf menjadi sibuk. Laporan yang seharusnya diselesaikan minggu depan harus siap siap di selesaikan.
Seperti ku juga sangat sibuk karena semua laporan harus di laporkan ke bagian ku.
"Aisyah makan di cafe depan gedung kantor yuk"
"Cafenya baru buka beberapa hari yang lalu tapi pengunjung nya ramai loh"
"Jangan terlalu sibuk sampai lupa makan siang"
"Lo gak bosen lihat berkas terus dari pagi Syah"
Semua teman satu bagian sekretariat memaksa aku untuk ikut. Aku memang selalu serius jika itu urusan pekerjaan. Tapi aku tidak pernah meninggalkan waktu makan siang walaupun sedikit terlambat.
Kami menaiki lift agar bisa sampai ke lantai dasar. Kantor ku termasuk kantor yang tinggi dan mewah, hanya yang beruntung yang dapat kerja disini.
Ruang kerja kami berada di lantai dua belas, syukur nya lift di kantor ini bukan hanya satu sehingga kami tidak terlalu menunggu lama untuk menggunakan nya.
Kami sampai di cafe sebrang, yang memang cukup ramai. Mungkin karena masih jam makan siang dan kafe ini juga baru buka beberapa hari lalu.
"Bukankah itu mas Gilang!! lalu siapa wanita yang ada di samping nya"Aisyah bergumam dalam hati
Tidak sengaja aku melihat mas Gilang yang sedang makan siang bersama teman satu bagian nya. Aku tidak ingin berpikir yang macam macam, mungkin saja mereka hanya teman satu kantor.
"Kamu mau pesan apa Syah" tanya Riris padaku
"Nasi soto saja dan minum nya latte seperti biasa" jawab Aisyah
"Gak bisa minum yang lain Syah, demen banget sama latte" sahut Siska
"Kalian ejek Aisyah seperti apapun, dia akan tetap pada lattenya" Andre lanjut mengejek ku
Aku mengerucut kan bibir, seperti biasa mereka selalu mengejek ku jika kami makan bersama. Mereka tertawa riang menjadi suasana lebih ramai dari sebelumnya.
"Bukankah kita dilarang memiliki hubungan di kantor?!" bisik Siska dengan sebelah tangan yang menutup sedikit mulut nya tapi dengan suara yang sedikit keras sehinga kami satu meja mendengar kata kata nya.
"Gak usah basa basi, langsung ke inti saja" sahut Riris yang selalu ceplos jika berbicara
"Gue tahu, pasti Lo lihat pendangan meja yang di pojok kan?!" Andre memang peka dalam segala hal
"Lo pada lihatin apa sih, gue gak ngerti maksud kalian"
Bukan aku tidak mengerti, hanya saja aku ingin menutup mata. Karena yang ku lihat sedikit menyakitkan hati ku. Wanita yang di samping mas Gilang memberikan sedikit perhatian lebih padanya.
Rasa sakit memang ada, hanya saja tidak sesakit saat terakhir aku melihat Radit bersama wanita cantik yang menggandengnya.