" Aisyah cepat sarapan sayang..." ucap Indri ibunya Aisyah yang sedang menyajikan makanan untuk putri satu -satunya yang paling disayanginya
"Iya ma, sebentar lagi Aisyah siap" balas Aisyah yang sedang merapikan seragam sekolahnya
"Hari inikan hari pertama mu ujian akhir kan" ucap Indri yang tidak kalah semangat saat menyiapkan bekal untuk Aisyah
"Iya ma, doakan Aisyah agar lancar mengisi soalnya dan dapat beasiswa di universitas nanti" Aisyah tidak berhenti tersenyum saat mengatakan nya. Tetapi di dalam hatinya ia sangat merasa gugup dan takut mengecewakan mamanya.
Indri pun sangat semangat sampai ia harus meminta ijin majikannya untuk datang terlambat. Beberapa tahun ini Aisyah memang mendapatkan beasiswa untuk sekolahnya. Dan untuk melanjutkan ke universitas Aisyah harus mendapatkan beasiswa juga karena tidak ingin merepotkan ibunya. Aisyah tidak pernah meminta sesuatu pada ibunya bahkan uang jajan sekolah pun Aisyah dapatkan dari Bu Ratna tetangga Aisyah yang memiliki usaha kue rumahan.
"Pelan- pelan makanya sayang, mama masak semua ini spesial untuk kamu kok Aisyah" tatapan Indri selalu mengarah ke anak tunggal nya itu.
"iya ma ... Aisyah takut terlambat" ucap Aisyah sambil mengunyah makanan nya.
"Tidak akan terlambat karena mama sudah berpesan ke Haris agar mengantarkan mu pergi ke sekolah. Bukanya kantor Haris dan sekolah mu satu arah?" ucap Indri
Haris adalah anak dari Bu Ratna tetangga Aisyah. Umur Haris lebih tua lima tahun dari Aisyah yang sudah di anggap sebagai kakak oleh Aisyah. Tapi Bu Ratna sering menjodohkan Haris dengan Aisyah sehingga ia sering merasa risih.
"Makasih ya ma sudah menyempatkan waktu untuk mengurusku" mata Aisyah sudah berkaca kaca sambil menatap ibunya
"Pasti sayang, Aisyah adalah harta berharga yang satu satunya mama punya" balas Indri yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Aisyah
"Aisyah janji tidak akan mengecewakan mama" Aisyah terharu ucapan mamanya
"Sudah sana berangkat sekolah takutnya Haris menunggu lama lagi di. depan" ucap indri
"Aisyah berangkat dulu ya ma, Assalamualaikum.." pamit Aisyah
"Wa'alaikumsalam... hati-hati ya Aisyah " balas Indri
"Bekalnya jangan lupa di bawa loh" lanjut Indri
Aku berjalan keluar rumah sambil mengacungkan dua jempol ku ke mama.
Huftt... Sebenarnya aku malas berangkat sekolah dengan di antar ma Haris. Tapi apa boleh buat, karena aku pun takut terlambat pada hari pertama ku Ujian akhir.
Setelah menempuh wakru sekitar 20 menit akhirnya sampai di sekolah Aisyah. Tidak ada percakapan ke sekolah mereka.
Seperti dugaan ku, satu sekolah menatap ku sambil berbisik-bisik. Ini pertama kalinya mas Haris mengantarkan ku ke sekolah. Bahkan mungkin orang mengira kami berpacaran. Oh so sweat .... tapi sayang aku tidak memiliki perasaan apapun kepada mas Haris.
Tanpa ku sadari Radit melihatku saat turun dari motor mas Haris.