Oliver mengajakku pergi berkunjung ke salah satu cabang stan yang menjual kudapan serta roti isi yang aku resepkan. Setelah selesai berdandan, yang sangat Mia anjurkan, aku pun berangkat. Kami berdua, aku dan Oliver, duduk berhadapan di kereta kuda. Cuaca masih terasa panas menyengat, tetapi hati kami amat dingin dan tenang. “Aku belum pernah melihat perhiasanmu yang ini?” Sontak aku langsung mencengkeram kalung berhias liontin bulan sabit perak, hadiah pemberian Louca. “Tertarik ingin memakai?” “Hei!” Louca memberikan dua kalung, yang satu untukku dan yang lain untuk Dante. Bukan sembarang perhiasan, melainkan artefak sihir yang berfungsi bila ada kejadian yang tidak diharapkan aku ataupun Dante bisa langsung berpindah ke tempat yang telah disetujui oleh Louca, yakni di mana pun dia

