Arga sudah berusaha sebisa mungkin agar sampai Jakarta sebelum jam tujuh dan ia berhasil. Namun sayang, gadis yang ingin ia temui tidak ada di rumah. Dia hanya menemukan selembar kertas di bawah vas bunga berisikan sebuah permohonan maaf. "Maafin aku. Aku harus pergi lebih cepat, karna kodisi ayah memburuk dan ayah nggak mau dibawa ke rumah sakit tanpa aku. Sekali lagi maafkan aku, Om. Aku akan menemuimu saat kondisi kesehatan ayah membaik. Dari gadis yang sangat mencintaimu, Elea." Setelah membaca pesan dari Elea yang dituangkan pada selembar kertas, Arga terduduk lemas di atas kursi, memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Sudah berusaha secepat mungkin agar tiba di rumah tepat waktu, tetap saja jika takdir berkata lain, siapa pun tidak bisa menghadangnya. "Apa isinya, Ga?" Beni

