"Elea, kamu serius?" tanya Arga. Ekspresi terkejut terlihat jelas dari raut wajahnya. "Iya aku serius." Elea menjawab dengan santai, lebih tepatnya berusaha santai, karena tidak ingin menangis di depan Arga, yang mana hal itu pasti akan membuat ia merasa lebih berat untuk pergi dari sana. "Kenapa tiba-tiba?" "Kata siapa tiba-tiba?" Elea bangkit dari tidurnya, merubah posisinya menjadi duduk, lalu lanjut bicara. "Bukannya kita udah sering bahas ini, ya? Malah Om sendiri yang minta aku untuk kembali ke keluarga aku." "Iya, tapi jawaban kamu selama ini selalu nolak dan sekarang tiba-tiba tanpa aku suruh kamu malah bilang sendiri. A–aku kaget aja." "Bagus dong, Om nggak perlu capek-capek nyuruh aku kembali ke keluarga aku, malah aku sendiri yang mau pulang." Arga tersenyum berusaha baik-

