Pulanglah, Elea

1544 Kata

"Apa-apaan ini?" pekik Adlan sambil memegang pipinya yang barusan ditampar oleh sang ayah. "Kamu yang apa-apaan, Adlan. Ngapain kamu kirim foto Lena sama kakak sepupunya sendiri? Kamu mau fitnah mamah kamu?" "Siapa yang fitnah?" Suara Adlan membentak. "Lalu, Kenapa kamu kirim foto mereka ke ayah? Mereka itu saudara, Adlan," tegas Willy. "Halah, itu mah bisa-bisanya dia aja yang ngeles." "Adlan, kok kamu kayak gitu sih?" Sang ibu tiri berusaha membela dengan raut wajah sedih penuh kepalsuan. "Apa salah mamah, Adlan? Kenapa kamu tega fitnah mamah." "Diam kamu perempuan murahan!" Terus dia meninggikan suaranya. "Adlan!" Kembali Willy menampar Adlan yang menurutnya sudah keterlaluan. "Sekali lagi kamu kurang ajar seperti barusan, ayah tidak akan senang-segan untuk mengusir kamu." "Adla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN