Sebuah Larangan

1117 Kata

Berhasil melarikan diri dari kejaran anak buah sang ayah, akhinya Elea bisa bernafas dengan lega. Dia meminta Beni mempercepat laju motornya, khawatir mereka mengejarnya dari belakang. "Cepetan, Mas Ben. Aku nggak mau sampai ketangkap," titah Elea sambil menepuk bahu Beni. "Iya, ini gue udah ngebut. Tapi ngomong-ngomong itu siapa sih? Kenapa lu lari dari mereka?" tanya Beni dengan berteriak, karena suara angin lebih kencang, membuat suaranya menjadi samar jika tidak berteriak. "Aku punya utang sama mereka. Aku belum bisa bayar," jawab Elea berbohong. Tidak, siapa pun tidak boleh tahu identitas aslinya. Beruntung saat anak buang sang ayah memanggil namanya, Beni tidak mendengar sehingga dengan mudah Elea membuat Beni percaya. "Punya hutang? Kok bisa?" Dahi Beni mengerut. "Waktu itu bua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN