"Siapa ini?" tanya Adlan di seberang sana. "Saya Arga? Anda siapa?" Arga balik bertanya, karena nomer Adlan tidak ada di kontak handphone Elea. Arga menjawab telepon tersebut pun, karena penasaran dengan nomer tanpa nama. Adlan yang ingat akan sandiwara yang sedang adiknya jalani pun memilih diam, merasa sudah salah mengambil langkah dengan menghubungi adiknya. "Kenapa diam? Anda tidak bisu, kan?" "Lupakan siapa saya. Saya hanya ingin tahu bagaimana keadaan Elea sekarang?" "Dan, sebelum saya memberitahukan Anda perihal keadaan Elea, beritahu saya siapa Anda?" "Apa di sana tidak tertulis naman kontaknya?" "Tidak ada. Kalau ada, untuk apa saya bertanya?" "Pantas," gumam Adlan dengan suara pelan, tetapi masih bisa didengar oleh Arga. Tidak ingin terus-terusan bersandiwara, Adlan pun

