Damian kembali duduk, tapi kali ini tepat di sebelah Mentari. Dia terus mematut matanya melihat Mentari meski gadis itu mengabaikan kehadirannya. Sisi hatinya masih bisa memahami mengapa Mentari berfikir seperti itu. Semua orang berhak menyukai siapa pun di dunia ini. Dan setiap orang juga pasti memiliki hal yang dianggap penting untuk diperjuang kan. Mempertahankan perasaan dengan segala cara adalah bukti bahwa Mentari gadis yang gigih. "Langit selalu bilang..., dia akan lebih sayang saya dibandingkan wanita lain." Mentari terus memikirkan kata-kata Langit semalam. Tapi dia tidak mendapat kepuasan apapun selain menyadari jika Langit sangat menyayanginya sebagai sodara. Sedang dia berharap perasaan itu ke arah lain. Mentari jadi mengulum bibirnya, hambar. "Em, apa karena itu,ya?" Guma

