Pelakor Cilik

1956 Kata

Mentari sampai di Villa milik keluarga Risma. Setelah di sini dia baru tau jika kehadirannya tidak diharapkan. Tatapan Risma membuatnya begitu terasing. Tapi bukan itu yang membuat gadis manis itu sangat sakit hati. Melainkan dua orang sejoli terlihat sedang bersenda gurau seolah tidak memperdulikan sekitarnya. "Maaf, Tar. Saya juga baru tau kalo Risma juga mengundang Langit dan Bulan." "Gakpapa, Pak. Wajar, kok. Dia kan temennya Bulan." Mentari mengulas senyum. Jika ada cara untuknya kabur dari sini. Mungkin Mentari ingin melarikan diri secepatnya. Walau dia berusaha tidak melihat. Tetapi dirinya tidak mampu menahan keinginan sesekali menyaksikan kegembiraan Langit dengan kekasih barunya. Dan setiap kali itu terjadi, hatinya sangat perih bagai teriris-iris. Mentari duduk di pojokk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN