"Memangnya kenapa ibu cari saya dan Mentari?" Risma mendengus kesal. Dia tidak ada urusan dengan Mentari. "Saya cari kamu... tepatnya, Bulan yang cari kamu. Dia butuh kamu, Langit!" Jia dilihat lebih jauh, Risma sama sekali tidak salah. Dia hanya menjalankan kewajiban sebagai teman yang baik. Yah, meski cara dia memandang Mentari kurang objektif. "Bulan kenapa?!" "Bulan sakit. Dia demam." Wajah Langit berubah cemas. Mentari merasa linu waktu tanpa sengaja melihatnya. "Ya udah saya ke sana dulu. Yuk, Tar!" Mentari gelagapan tapi juga gak bisa menolak ajakan Langit di depan Risma. Dari tatapannya, dia seolah ijin pada Risma tapi terlambat. Apapun tanggapan sang pemilik hajat itu. Langit tetap menarik Mentari. Benar saja. Bulan sedang istirahat di kamar. Kebetulan juga ada bebera

