Eliz dibawa masuk ke ruang pengadilan. Ruangan itu besar, hampir sebesar Aula Besar dan tidak lebih panjang dari Ruang Tahta, tetapi masih bisa dikategorikan luas di istana Neelendra. Ada balkon memanjang di samping kanan dan kiri ruangan tempat para saksi yang terpilih dari berbagai kalangan duduk untuk menyaksikan jalannya pengadilan. Di ujung ruangan ada sebuah balkon juga yang lebih tinggi tempat hakim duduk dengan pintu di sampingnya untuk jalan masuk Sang Hakim Agung. Penjaga tadi menggiringnya masuk ke dalam ruangan. Sudah hadir saksi-saksi pengadilan walaupun tidak penuh. Ada sebuah kursi kayu sederhana di tengah ruangan untuk tertuduh, maka Eliz duduk di sana dan menunggu. Banyak kasak-kusuk terdengar di seantero ruangan sudah jelas. Beberapa bahkan ada yang menunjuk-nunjuk Eliz

