Benci VS Cinta

1101 Kata

“Dasar laki-laki b******k! Kurang ajar, sialan! Beraninya dia mencium bibirku,” geram Vania sambil terus menyeka bibirnya dengan tisu di sepanjang perjalanan menuju ke perusahaan. Bahkan Vania tak ragu menggunakan tisu basah untuk mengelap bibirnya, saking jijiknya ia dengan bekas bibir Adrian yang sudah menciumnya cukup lama di dalam lift tadi. Bagaimana tidak, bibir murahan itu beraninya menciumnya. Bibir yang sudah dinikmati oleh ratusan wanita itu kenapa harus menempel di bibirnya? Vania mengutuk dirinya sendiri kenapa bisa terjebak berduaan saja di dalam lift. “Apa dia sudah gila? Apa dia kehabisan wanita? Berani-beraninya dia melakukan itu padaku. Dia sudah tahu kalau aku sangat membencinya, kenapa masih berani ambil kesempatan padaku. Apa aku harus mencari celah untuk menghancurk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN