“Kan Cuma mantan, Dek Istri. Itu pun chat nya sudah lama.” “Meskipun sudah mantan, Mas Suami masih menyimpan pesannya. Untuk apa? Untuk mengingat kenangan kalian bersama?” “Ya Tuhan, saya harus bagaimana lagi menghadapi ciptaanmu yang cemburunya luar biasa ini?” “Jangan ngadu sama Tuhan. Jawab saja pertanyaan Nisa.” “Dek Istri, hapus saja pesannya! Saya hanya gak sempat hapusin pesan satu per satu.” “Bilang saja gak sempat hapus kenangan mantan. Masih berharap balikan kan?” “Saya harus jelasin bagaimana lagi supaya kamu percaya? Aku cinta kamu, Dek Istri. Hanya kamu.” lelaki itu mendekap istrinya dan membubuhkan ciuman di kening. “Adila hanya masa lalu, Sayang. Hanya kamu yang ada dalam hatiku. Percayalah!” “Kemarin masih nyimpan parfumnya. Sekarang, masih simpan pesannya.” “Saya

