Bab.22 Danisa Inginkan Pak Devan

1098 Kata

“Papa mama mau berkunjung?” “Ya.” Lelaki itu berdiri hendak membawa alat makan yang dipakai ke dapur. Namun, panggilan dari Danisa yang menyebutnya memelas membuat hatinya tak tega. “Mas Devan ....” Lelaki itu terdiam. Panggilan itu terasa aneh ketika di dengarnya. “Boleh tidak temani Nisa makan pagi ini?” Lelaki yang tadinya beranjak kini kembali ke posisi semula. Ia menggeser alat makan kotor di depannya, hingga hanya ada wajah Danisa dalam pandangan matanya. “Segera makan!” “Boleh tidak Nisa minta disuapi? Kepala Nisa masih sedikit pusing.” Devan tak menjawab. Ia hanya mengambil makanan di depan Danisa dan menyuapkan ke bibir kecil gadis itu. Danisa menerima suapan itu dengan rasa yang aneh. Begitu pun Devan. Ketika pikirannya masih ingin terus marah dan memberikan pembelajaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN