Bab.20 Dugem

1129 Kata

“Mana, Pak? Gak ada,” ucap Danisa sambil menolehkan wajah ke arah cermin besar miliknya. Pipi mulus dengan warna memerah menahan malu. “Saya hanya bercanda,” ucap Devan yang kini tersenyum. Ia berjalan mendekat ke arah cermin rias Danisa, di mana istrinya yang tengah bangun tidur itu berdiri mematung dengan mengembungkan pipinya yang memang sudah tembem. “Jangan marah pagi-pagi, Dek Istri. Happy Birthday,” ucap Devan yang kini mengalungkan sebuah kalung emas dengan liontin warna putih. Danisa terkesima. Ia tak menyangka dengan apa yang terjadi. Bahkan, ia melupakan jika hari ini adalah hari lahirnya. Diingatnya tanggal dan bulan yang ternyata tepat 23tahun ia hadir di bumi ini. Sungguh, ini sebuah kejutan yang tak terduga untuk gadis itu. Danisa menoleh. Ia sedikit menarik sudut bibirn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN