• Part 7 - Misdirected Message •

1385 Kata

Malamnya, mereka berempat makan malam bersama di meja makan berukuran cukup besar dengan hidangan mewah khas restoran karena hari ini Papa Zidan pulang dari Palembang. Dan seperti yang sudah terjadi, wajah Zidan sedikit memar dibagian ujung bibirnya. Saat mengunyah makanan pun rasanya seperti memukul wajah sendiri menggunakan sendok. Wildan - Papa Zidan - melihat anaknya itu diam-diam. Tidak biasanya Zidan lebam seperti itu. Ia tahu tipe seperti Zidan itu tidak akan mau mengambil risiko sebesar ini jika tidak penting untuknya. Sebelumnya pun Zidan tidak pernah bertengkar, kalau pun disuruh sudah pasti ia tidak mau. Biasanya alasan yang digunakan adalah malas, tidak berguna, dan lawannya terlalu mudah. "Zidan, kamu habis berantem?" tanya Wildan dengan suara berat miliknya. Milan dan Alf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN