Rumah kecil yang tadinya hening itu kini tampak seperti pasar tanah abang. Selain ramai dengan pembicaraan yang tidak penting, bungkus makanan ringan pun bercecaran dimana-mana yang membuanya makin terlihat lebih buruk. Ditambah lagi dengan empat pemuda yang tengah merencanakan acara liburan semester ini, padahal itu masih dua bulan lagi yang tandanya masih ada satu tryout dan ujian akhir yang belum terselesaikan. "Gimana kalo mendaki gunung kayaknya seru tuh!" usul Adrian dengan semangkuk keripik singkong di pangkuannya. Zidan yang duduk tak jauh dari Adria hanya menatap tajam ke arah laki-laki itu, setajam pedang perang untuk menebas jiwa yang bersalah atas pertumpahan darah. Athlan yang baru saja dari kamar mandi hanya bisa menepuk dahinya lalu menyumpalkan sebuah tisu ke mulut Adrian

