"Ayah! Bunda! Shania telat ini!" teriaknya membabi buta dipagi ini. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit. Kemarin malam ia terlalu larut dalam serial drama korea yang ia tonton, itulah yang membuatnya kesiangan hari ini. Bundanya segera berlari mengejar anaknya yang tengah sibuk memakai sepatu sambil membawa sepiring roti selai kacang dan segelas s**u. "Kamu makan dulu ya, bunda udah siapin nih, masa kamu nggak makan," ucap bundanya, Shania mengangguk lalu tersenyum kepada bundanya. Diambilnya roti itu kemudian dimakannya hingga habis, tak lupa s**u vanila kesukaannya. "Udah ya, Bun, Shania pamit dulu. Nanti bilangin ayah kalo Shania berangkat ya, assalamualaikum," pamitnya lalu mencium punggung tangan bundanya itu kemudian segera berangkat sekolah. Karena di rumahn

