Episode 18

2104 Kata

  “Kak Amierra,” seru seseorang membuat Amierra megerjapkan matanya. Ia membuka matanya dan sedikit mengeram pelan.             “Amran, kau ada di sini?” gumam Amierra terbangun dari tidurnya, padahal ia sedang bermimpi indah bersama Djavier. Ia melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 2 siang, setelah salat Dzuhur tadi ia ketiduran. “Kau jumatan di sini?”             “Bunda dan Ayah ada di bawah,” ucap Amran.             “Mereka juga datang? Ada apa?” tanya Amierra sedikit bingung.             “Mereka ingin bertemu dan menanyakan tentang kelahiran bayi Kakak,” ucap Amran membuat Amierra mengangguk dan berjalan memasuki kamar mandi. Ia mencuci wajahnya dan mengenakan kerudungnya. Ia berjalan menuruni tangga di bantu Amran. Benar saja di ruang keluarga tampak kedua orangtua Dja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN