Amierra menatap nanar sosok bayi laki-laki yang tertidur pulas di ruang perawatan bayi. Ia masih belum bisa pulang dari rumah sakit dan masih harus menggunakan kursi roda. Dan anak itupun belum di beri nama apapun. Entah kenapa Amierra tidak bisa memberinya nama. Kemarin Ayahnya lah yang mengadzani anak laki-laki itu untuk pertama kalinya bukan Abi nya. Saat Abinya pergi, anaknya lahir kedua. Sungguh menyesakkan. Allah mengambil Djavier dari Amierra, tetapi di hari yang sama DIA pun memberikan putra laki-lakinya yang sangat tampan dan tangguh. Amierra menoleh ke sampingnya saat Iqbal datang mendekatinya. Ia kembali memalingkan wajahnya menatap lurus bayi yang ada di depannya walau terhalang kaca. “Dia sangat mirip dengan Kapten,” ucap Iqbal membuat Amierra terdiam membis

