Noa menahan napasnya hingga dadanya terasa panas. Ia bisa melihat ujung sepatu hak tinggi milik Rose yang hanya berjarak sepuluh sentimeter dari wajahnya. Bau tajam cairan kimia dari botol yang dipegang Rose merayap masuk ke balik maskernya, memberikan sensasi terbakar yang prematur di indra penciumannya. Rose merunduk lebih rendah. Kepalanya miring, matanya yang liar mencoba menembus kegelapan di bawah kolong tempat tidur besar itu. “Aku tahu kau di bawah sana, Noa... keluarlah sebelum aku menyiramkan cairan ini ke seluruh wajah hancurmu!” Suara Rose melengking, penuh dengan kebencian yang tidak lagi disembunyikan. Tepat saat tangan Rose terangkat untuk menyiramkan cairan itu, sebuah hantaman keras terdengar di lantai. Eleanor memukulkan tongkat berkepala peraknya dengan kekuatan penuh

