1. Kepergian
Prevkaya Raya, Ibukota Negara Imakurga.
2009.
"Ganti!" cetus Nicholas Sykes memerintah dengan suara datar, ada ketidaksabaran, kejengkelan, dan kekesalan, serta kemarahan samar dalam nada bicaranya.
Nicholas Sykes duduk menyender di kursi dengan segelas alkohol di tangan kanan, dan rokok di tangannya yang lain. Dia duduk kaku dengan postur yang sama dari awal hingga saat ini. Dia duduk tak bergerak seolah-olah sama sekali tidak terganggu dengan dua wanita berpakaian serba minim yang berada di sampingnya. Wanita bayaran yang terus memepet, menyodorkan d**a, dan terus menggesek lengannya.
Mata Nicholas Sykes hanya melihat sekilas pada sepuluh wanita yang berjejer di depannya. Berbagai jenis wanita berpakaian minim dan bertubuh panas. Kejengkelannya bertambah melihat tatapan berbeda dari wanita-wanita itu, ada yang menatapnya malu-malu, ada yang menggoda, ada yang penuh harap, bahkan ada yang memasang ekspresi dingin seolah-olah cuek dan tak peduli, tapi dia tahu ekspresi di wajah-wajah itu palsu, semuanya hanya kepura-puraan. Di bawah topeng wajah cantik dan menarik itu tersimpan hati penuh kemunafikan dan keserakahan.
"Sialan Bailey! Apa-apaan yang kau perlihatkan kepadaku. Hidung kurang tinggi, wajah seperti penyihir, d**a palsu, make-up tebal, Apakah hanya ini wanita yang kau banggakan? Mengapa semuanya sangat jelek seperti jalang tak tahu diri?" kata Nicholas Sykes penuh umpatan dan kata-kata kasar.
Bailey yang membawa wanita-wanita itu, yang tengah memperkenalkan keunggulan masing-masing dari mereka, yang tadinya penuh profesionalisme dengan suara yang menyenangkan dan wajah ramah sepanjang waktu tanpa ketidakpuasan, berubah menjadi pucat dan terkejut. Bahkan keringat dingin nampak samar-samar membasahi keningnya.
"Maaf Tuan Sykes. Saya akan segera mengganti dengan yang lain," kata Bailey tergagap, wajahnya sangat rendah hati dan ada ketakutan di matanya.
Nicholas Sykes terkenal sebagai pelanggan yang sangat murah hati. Dia akan memberikan uang tip yang tak tangung-tangung kepada pelayan. Tangannya sangat longgar saat dia dalam suasana hati yang baik, sehingga siapa saja ingin melayani dihadapkan godaan menghasilkan banyak uang. Tapi selain murah hati, Nicholas Sykes juga terkenal sulit dilayani dan dipuaskan. Bahkan ketika ia marah, dia juga tidak tangung-tangung. Dia bahkan bisa menghancurkan hidup siapa saja yang membuat hatinya tidak senang.
"Nick, ada apa denganmu?" tanya Leo Arathor mengerutkan kening, dia adalah salah satu dari teman Nicholas Sykes yang berada di ruangan yang sama. Dari awal dia tidak berniat ikut campur, hanya melihat dengan diam seperti orang lain. Tapi dia tidak tahan lagi dengan tindakan Nicholas Sykes yang makin keterlaluan. "Wanita seperti apa yang sebenarnya kau cari? ini sudah yang kedelapan kali! Jangan mempersulit Bailey, Kau tinggal sebutkan dengan jelas wanita seperti apa yang kau inginkan supaya dia tidak bolak balik," tegurnya agak jengkel. Meski banyak orang takut menyinggung Nicholas Sykes, karena latar belakangnya yang superior dan balas dendamnya yang terkenal kejam, Leo Arathor tidak takut. Karena dia telah mejadi teman masa kecil Nicholas Sykes, dan mengenal temannya itu dengan baik.
Beberapa bulan telah berlalu, dan Nicholas Sykes seolah-olah telah berubah menjadi sosok lelaki asing dan tak lagi dikenal. Semakin hari semakin aneh sikapnya. Dia mulai sering kehilangan kesabaran dan mudah tersinggung. Tatapan mata abu-abunya tak lagi bersahabat, dan selera wanita menjadi aneh. Dia terlalu pilih-pilih di suatu waktu, dan terlalu mudah diwaktu lainnya.
Sehingga seorang pangeran tampan, bangsawan muda yang sopan, dan berbakat, telah berubah temperamen, tak ubahnya dengan playboy generasi kedua atau ketiga keluarga kaya hanya dalam beberapa bulan.
Nicholas Sykes, merupakan putra bungsu sebuah keluarga kerajaan bangsawan kuno, Kerajaan Sykes dari Negara Bagian Utara, Kingston, salah satu kerajaan bagian utara yang masih mempertahankan banyak tradisi dan kebiasaannya. Ayahnya, Michael Sykes, merupakan pangeran mahkota Sykes, dan dia adalah pangeran keturunan langsung, berada di urutan ketiga pewaris tahta setelah ayah dan saudara lelakinya, Jay Sykes.
Nicholas Sykes pada awalnya tidak hanya terkenal karena asal-usulnya, melainkan juga profesi sebagai model panas dengan bayaran tinggi, dan kini julukan 'Playboy' telah melekat pada namanya.
Nicholas Sykes yang sekarang bagaikan seorang pemburu, sesosok petualang bebas yang berpindah dari satu klub ke klub lain, menggandeng dari wanita satu ke wanita lainnya, bermain-main dengan sejumlah p*****r, dan menghasilkan skandal di mana-mana.
"Jangan banyak bertanya Leo!" Nicholas Sykes mendengus dan membalas dengan kasar. "Diam saja kau di sana. Kau tidak mengerti aku dan kau tidak tahu apa-apa tentangku!" lanjutnya.
Dia bahkan mendorong wanita yang berada di sampingnya tiba-tiba, sehingga wanita itu jatuh terjerembab kelantai. Wanita itu meringis, tidak berani mengeluarkan suara apalagi mengeluh ketika dia mencoba berdiri, dan melirik sekilas pada lelaki tampan namun kasar barusan.
Nicholas Sykes benar-benar tampan sempurna, seolah-olah gen-gen unggul para pria di dunia berkumpul di tubuhnya, tapi tidak feminim, apalagi ayu karena ketampanannya ditambah dengan maskulinitas melekat ditubuhnya. Tubuh indahnya sulit dilukiskan dalam kata-kata. Tubuhnya tinggi, ramping dan padat penuh otot, matanya berwarna abu-abu dengan tatapan yang tidak bersahabat.
Selain aura kepercayaan diri yang arogan terpancar di tubuhnya, kekasaran dan kenakalan menjerit-jerit penuh kekuatan ditubuhnya, membuat banyak wanita tergila-gila dengan hormon pria yang begitu melekat.
Walaupun wajahnya begitu sedap di pandang, dengan mata indah, dagu tajam terpahat, bibir sexy, pinggang ramping, paha kuat, kaki panjang, jari-jari panjang indah dan seluruh tubuhnya dapat digambarkan sebagai ciptakan tuhan paling sempurna tentang pria.
Sayang sekali ia tak ada senyum di wajahnya, bahkan hanya setengah saja. Beberapa kata yang ia ucapkan kasar, tanpa kesabaran, dan tanpa kesopanan. Matanya menatap suram dan mengirim rasa dingin kepada siapa saja yang memandangnya.
Tidak ada yang tahu alasan perubahan seorang Nicholas Sykes yang periang, mudah bergaul, dan mudah didekati, begitu tiba-tiba, dan tidak akan ada yang diberi tahu alasan dia berganti dari satu tempat pelacuran ke tempat pelacuran lainnya, mencari berbagai jenis wanita yang berbeda.
Dia tidak mencari kesenangan yang berbeda dari wanita yang berbeda. Tidak sama sekali. Nicholas Sykes hanya ingin menemukan seorang wanita bernama 'Mikasa'
Mikasa-nya, kekasihnya, cintanya dan wanitanya.
Mikasa yang tiba-tiba muncul dalam hidupnya, membuat dia mengerti sebuah kata 'Dicintai', tapi wanita itu juga mengajarkan kata lain 'Ditinggali'
Sama dengan kemunculannya, kepergiannya pun hampir sama, tiba-tiba!
Dan Nicholas Sykes hampir gila karena tidak bisa menanggungnya. Wanitanya meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
Sepanjang waktu menanggung rindu dan kesakitan oleh kehilangan yang tiba-tiba dan tidak sempat ia persiapkan. Dia sering bertanya-tanya mengapa Mikasa begitu tak berperasaan, begitu kejam meninggalkan dan tak pernah lagi muncul. Apakah dia melakukan kesalahan?
Dia mencoba memutar kembali kenangan kebersamaan mereka berulang kali, mengingat dimana kesalahannya, mengingat dimana Mikasa tidak puas dengannya, tapi semua kenangan itu hanya kenangan indah dan hangat diantara mereka.
Kasih sayang yang mengebu-gebu, cinta yang romantis dan melekat. Semuanya bagai mimpi indah yang hilang ketika ia terbangun.
Tapi ia tahu semua kenangan indahnya bersama Mikasa bukanlah mimpi, semua itu nyata.
Meski petunjuk terakhir yang didapatnya menunjukkan Mikasa berasal dari distrik lampu merah, dia tidak peduli.
Sungguh dia tidak peduli berapa jumlah lelaki yang telah menggerayangi dan menunggangi tubuhnya.
Dia hanya ingin bertemu dengannya sekali lagi.
Dan dia hanya ingin bertanya mengapa Mikasa begitu kejam meninggalnya dengan bersih, memutuskan semua perasaan mereka yang terjalin begitu dalam, dan kenangan yang tertanam begitu kuat dengan sangat kejam.
Tapi Nicholas Sykes tidak akan pernah mengira bahwa ketika dia mencari Mikasa, suatu hari dia akan bertemu seorang gadis yang sangat mirip Mikasa, bagaian cetakan ulang Mikasa, penasaran dengan keberadaannya yang misterius, tertarik dengan kelemahan dan kelembutan tapi penuh keras kepala, dan pencariannya untuk Mikasa malah menggantikan posisi Mikasa.
Dan ketika fakta bahwa kepergian Mikasa juga terkait gadis itu, kasih sayang, penipuan dan balas dendam pun menyatu menjadi satu dalam hubungan mereka yang rumit.