“Aaaa!!!” Tan terus berteriak saat aku membawa mobilnya seperti di sirkuit balap. Mulutnya mulai bergerak-gerak, tanpa bersuara. Aku rasa saat ini dia sedang berdoa agar selamat. “Hahaha ... Apa kamu takut suamiku?!” tawaku begitu puas melihat dia ketakutan. Untung saja, diam-diam aku sudah mempersiapkan belajar mengemudi jauh-jauh hari. Walaupun belum lancar sepenuhnya, tapi lumayan juga untuk menakut-nakutinya. "Berhenti! Kamu sudah gila!!!" Bremm!!! Mobil melaju semakin cepat melewati jalan tol, kubawa Tan ke luar Jakarta melewati jalan yang sepi di tutupi pembatas. Hujan pun membasahi mobil, jalan menjadi licin. Tan mulai panik, mungkin dia takut ban mobil tergelincir. “Jalanannya dalam perbaikan untuk apa ke sini?!” tanyanya begitu melihat plang bertulis, ja

