Katanya aku hanya menjadi saksi tapi kenapa masih harus menunggu. Hih, ini pasti gara-gara keterangan si kanebo itu memberatkan kesaksianku. Dia memang tidak berguna! Kuremas-remas kepala, mengacak-ngacak rambut. Menggaruk meski tidak gatal. Sementara di sebelahku si Kanebo merasa gusar menunggu kedatangan Pak Han. Dia menarik dasinya. Mengerutkan dahi serta menyatukan ke dua alisnya ke atas. “Ini semua salahmu, kita jadi harus terdampar di kantor polisi.” Ucap Tan. Menekan-nekan dahinya dengan telunjuk. “Kenapa aku?! Tentu saja ini salahmu, kalau bukan karena dompetmu tertinggal kita tidak akan di curigai!” “Yaa! Masih saja menyalahkan orang! Pertama, kamu yang menculikku, melakukan pelanggaran lalu lintas dengan mengebut di jalan! Dua, kamu yang mencekikku lebih

