Tokyo, 27 Desember 2013, 01:00 AM. “Aku tidak suka melihatmu mengisi orang lain.” Segera kuhapus air mata setelah menyadari Tan sedang memelukku dari belakang. “Ini bulan madu kita, akan kubuat kamu melupakannya.” Bisiknya lagi di telinga. “Bagaimana caranya?” tanyaku padanya sambil membalikkan tubuh. “Belajarlah menerima kenyataan.” Tan menyatukan jari-jemari kami. Sebelah tangannya mendorong tubuhku menempel padanya. Napasnya begitu dekat di telinga. Jemarinya menyentuh tengkuk. Kemudian bibirnya menghampiri kedua bilah bibirku yang terkatup, melumatnya perlahan. Tangannya yang kokoh mengangkat tubuhku, menidurkan di atas ranjang. Ia bangkit sejenak untuk Menarik ikatan kelambu, sampai tertutup. Kembali menghujaniku dengan kecupan lembut. Tak lama sentuhanny

