Dalam hitungan detik, jantungku rasanya berhenti. Mengapa begitu mudah ia melabuhkan bibirnya yang terkatup, merasakan aroma pepper mint dari pasta gigi yang ia gunakan. Rasanya sayapku mengembang, mengepak menarik kaki yang mulai melayang dari pijakkan. Lalu... ini mulai tidak benar! Tidak boleh seperti ini, perasaan ini harus aku lawan! “Armm” Kugigit bibir bawah Tan kuat-kuat hingga ia kesakitan dan melepaskan ciumannya. “Argh!” ia menarik kepalanya, memegangi bibirnya yang terluka. Mencari cermin untuk melihat bekas gigitanku. “Hei! Gigimu itu terbuat dari apa sih?! tajam sekali, lihat sampai berdarah begini!” “Siapa suruh mengambil kesempatan di saat aku lengah!” “Itu kan cuma ciuman biasa!” Apa maksudnya ciuman biasa? Dia pikir aku wanita apa?! Kupegang bibirk

