Takdir

1153 Kata

 Aku tidak pernah membayangkan akan berada di tempat ini.  Dengan gaun putih yang menjuntai. Melangkahkan kaki di karpet merah,  menyambut para tamu yang memandangku dengan decap kagum. Melihat tangis bahagia Ayah dan Ibu. Merasakan kehangatan keluarga baru. Tawa menghiasi bibir-bibir mereka penuh bahagia.  Tapi tidak pada hati yang terluka ...   Bunga bermekaran menuju akhir Desember,  begitu indah mendayu tersentuh semilir angin berlalu. Kelopaknya beterbangan serupa salju. Hinggap pada telapak tangan yang terbuka. Menyadarkan aku pada bayangan seseorang di balik para tamu undangan.  Pada tatapan yang sendu terpancar darinya. Seseorang yang aku rindu.  Pada pria yang kehadirannya selalu aku nantikan di setiap waktu. Pada Cinta pertama yang tidak mungkin bersatu.   Antara benci dan ci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN