“Moon! Ayo duduk sini!” Siska dan Renata melambaikan tangan. Sejak beberapa hari yang lalu mereka menjadi baik padaku, tapi perlakuan mereka malah membuatku mual. Terlalu berlebihan. bahkan gadis bertubuh tinggi besar itu rela menarik kursi untukku. Siapa lagi kalau bukan Renata. Dia menunjukkan barisan giginya yang besar seperti biji jagung. Sambil menarik kursi untukku. “Ayo duduk sini.” Kuhempaskan b****g pada kursi kayu. Ini karena Candy sakit jadi aku tidak ada teman ke kantin. Sebetulnya ada sih tapi aku tidak terlalu dekat dengan anak perempuan yang lain. Terus pas sekali bertemu kedua anak ini. Baiklah, anggap saja hari ini awal pertemanan kami di mulai. “Kamu mau makan apa Moon? Siska traktir.” “Maaf, aku tahu uangmu banyak. Tapi kamu mau kan menerima traktirku? Anggap

