“Mau ke mana lagi kita?” tanyaku pada Bin, saat aku menaiki motor. “Mau ke mana? Bukankah harusnya kamu pulang? tidur, besok kerja kan?” Bin menekuk kaca spionnya agar bisa melihat bayanganku. “He hem, tapi aku belum mengantuk.” Kenapa waktu singkat sekali, aku masih ingin bersama Bin. Seharusnya ada kemajuan sedikit di antara hubungan kami. Kapan dia mau menciumku layaknya orang dewasa. Ini pasti semua gara-gara Tan. Apa mungkin setiap Bin menatapku dia serasa melihat Tan sedang memelototinya? Hah, itu menyedihkan! “Mmm, mungkin kita masih punya waktu sedikit untuk ke pantai. Apa benar gak apa-apa?” Bin menoleh ke belakang. “Iya, benar.” Jawabku senang, sambil memasang pengait helm. “Harusnya aku membawa mobil tadi, kalau tahu kamu mau ke tempat lain.” “T

