“Assalamualaikum, Yang.” “Waalaikumsalam.” Indah berbalik ketika suaminya yang tahu-tahu sudah sampai dalam walk in closet kamar mereka. “Bang, kok kamu udah pulang?” Pertanyaan yang tidak aneh, karena saat ini baru pukul tiga sore. Sedang biasanya Nathan pulang paling cepat sebelum Maghrib. Nathan menatap Indah dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu naik lagi dan terhenti ke bagian tengah. Jakunnya bergerak naik turun. Sampai kamar ia mendapatkan rejeki tak terduga. “Hmm … itu engh ak aku, mau buka,” ujar Nathan sedikit gugup. Kening Indah berkerut. “Buka apa? Buka puasa?” Nathan langsung menjawab dengan anggukan kepala. “Tapi kan tadi pagi kita sarapan pagi bareng, Bang. Lagian ini kan hari Jum’at. Abang puasa apa?” tanya Indah. “Eh. Bukan. Maksudnya bukan buka puasa.” “Teru

