BAB X ~ Akhirnya!!! ~

1298 Kata
Terdengar suara sepeda motor yang sudah terparkir di depan rumah ku. aku berdiri melihat sosok laki-laki tinggi, tampan dan manis berjalan menghampiriku, dia adalah Raditya kekasihku. Aku sangat senang sekaligus bahagia melihat kedatangan nya setelah sekian lama kita tidak bertemu, hanya dengan video call setiap malam kami menaburkan rindu. Aku berjalan menghampirinya dan mempersilahkan masuk, secara tidak sadar aku meneteskan air mata ku karena sangat Bahagia akhirnya bisa melihat kekasihku sendiri secara langsung. Sebelum Raditya melihatku menangis, aku menundukan mata ku sembari bertanya, “Kopi kan?” Raditya menjawab dengan menganggukan kepala. Aku berjalan menuju dapur dan menyiapkan kopi untuk Raditya. Aku masih meneteskan air mata saat menunggu air mendidih. “Ayo Freya jangan nangis, nanti Raditya melihat mu. Ini hari Bahagia harusnya kamu senang karena sekarang sudah melihat Raditya secara langsung tanpa perantara video call lagi. Yuk senyum..” ujar ku bersemangat Aku melihat panci yang berisi air ternyata air sudah mendidih. Ku menuangkan air panas dalam gelas yang sudah berisikan kopi dan gula, setelah itu aku mengaduknya. Sebelum aku menemui Nya, ku bersihkan wajahku yang masih tersisa air di pelopak mata ku agar tidak terlihat kalau aku baru saja menangis. setelah ku rasa bersih dengan detak jantung tak menentu aku berjalan membawa kopi menemui Raditya dengan senyuman yang terukir di wajahku. “Semoga Mas tidak tau jika tadi aku menangis.” Gumam ku Raditya duduk diam memandang wajahku yang berjalan ke arahnya, aku salah tingkah di pandangi nya. Aku sangat malu dan tidak berani melihat mata nya yang masih tertuju ke arahku meskipun aku pun ingin memandangnya. “Mas lihat apaan sih?” tanya ku sedikit takut tanpa menatapnya. “Hanya melihat wajah orang di depan ku yang sangat aku rindukan, dan akhirnya kini sudah berada di depanku.” Tutur nya “Jangan di pandang terus dong mas, kan aku malu.” Jawab ku. sembari menutup matanya dengan tangan kanan ku. “Seorang Elvina Freya Maheswari bisa malu juga? Setahu ku dia tidak punya rasa malu.” Ujar jujur Raditya Freya menarik tanganya yang menutup mata Raditya. “yah Mas, tapi bener juga sih. Aku kalau sama laki-laki nggak pernah malu tapi kenapa sama mas aku malu ya?” ucap ku sambil ku tutup mataku. “Nahh kan..” goda Raditya (tawa sinis) “Sudah ah, malu tau mas.” Jawab ku Raditya memegang tanganku, bisa ku rasakan detak jantungku yang tidak normal karena merasakan sentuhan Raditya yang sangat ku sukai itu, tangan lembut dan lebar miliknya kini menggenggamku. aku sangat bahagia karena akhirnya penantian ku selama ini terbalaskan agar bisa melepaskan rindu ku pada nya. Air mata ku kembali menetes dan sudah tidak bisa ku sembunyikan lagi dari Raditya. Dan dia pun melihat ku menangis dan bertanya, “Dek, kenapa nangis?” tanya nya sembari menatap mataku “Aku bahagia Mas, akhirnya mas sudah berada di sampingku lagi sekarang.” Ujar ku “Sudah yaa jangan nangis lagi, aku sudah di sini sekarang.” Ucap Raditya sembari menghapus air mata ku yang mengalir deras di pipi. “Mas Kembali lagi ke pondok kapan?” Tanya ku ragu-ragu “Insya Allah selasa depan.” Jawab nya sembari mengelus puncak kepala ku “Jadi, di rumah Cuma satu minggu?” Raditya menganggukkan kepala nya. “Kenapa cepat sih!!” keluh ku sembari menatap matanya, ada rasa tidak ingin jauh lagi dengan Raditya tapi keadaan tidak mendukung. “yaa cuma sampai hari itu aku mendapatkan izinnya dek.” “yaudah nggak papa, kita manfaatin satu minggu ini yaa.” “Iya.” Jawab Raditya sambil masih menepuk – nepuk tangan ku dan terus memandangku “Mas jangan lihatin terus, aku malu.” Ujar ku “Kalau sama yang lain aja mau, masa aku nggak boleh?” “Ya nggak gitu juga, aku malu mas...” “Tapi aku suka lihat kamu kalau malu-malu kucing dek,” jelas Raditya “Ha?” jawab ku terkejut lalu memukul pelan wajah manis Raditya “Nah, malu kan? Hahaha” ujar Raditya sambil tertawa Aku dan Raditya berbincang-bincang selama berjam-jam. Raditya datang pukul 10.00 wib dan pulang pukul 15.00 wib. Tapi bagiku waktu itu masih kurang untuk melihat Raditya namun aku juga sangat bersyukur karena masih memiliki waktu Bersama nya, entah bagaimana jika suatu saat aku dan dia akan terpisah. Mengapa membayangkan saja itu sangat sakit? Ada rasa takut dalam lubuk hatiku jika memang suatu saat aku harus berpisah dengan nya. namun ku hempas semua fikiran buruk itu. Malam pun tiba, aku kembali melakukan aktivitas ku mengajar mengaji. Sebelum mengajar di Mushola aku menunggu Raditya, karena aku dan dia akan mengajar bersama meski kami belum menjadi pasangan yang sah. Akhirnya Raditya pun datang, aku melihat Raditya yang sungguh menawan dan terlihat tampan jika dia memakai baju koko dan sarung. Sungguh, dia sangat idaman untukku. “Assalamu’alaikum?” “Wa’alaikumsalam.” Jawab ku sembari tersenyum “Berangkat sekarang?” tanya Raditya “Iya.” jawab ku selalu dengan senyum Raditya memandangku sambil aku menaiki motor miliknya. Raditya melajukan motor miliknya hingga di Mushola. Setiba nya di Mushola, Santri-santri melihat aku dan Raditya berangkat Bersama. Bisa terlihat jelas senyum di wajah mereka seperti bunga yang merekah. “wah wah wah…Mbak Freya sama Mas Raditya romantis banget. Hehehe” ledek Kika (salah satu santri) “Isshh.. enggak. Apaan sih.” Jawab ku sembari senyum Akhirnya setelah kedatangan Raditya dan Freya mereka berdoa dan mengaji, di mulai. Raditya mengajar dan aku menemani nya di belakang santri. Selesai mengajar aku dan Raditya pulang Bersama, saat aku di bonceng dengannya aku teringat cerita satu tahun yang lalu yang dimana dulu ketika berangkat dan pulang mengajar selalu Bersama. Dulu aku di bonceng Raditya saat hujan, aku memegang payung dan dia menyetir dengan pelan. Rasanya dunia itu hanya milikku dengan Raditya. Masih terlihat jelas kenangan tersebut dalam memory kepala ku, tanpa sengaja aku tersenyum Ketika mengingatnya. Sesampainya di rumah, Raditya dan aku ngobrol bersama hingga Raditya memutuskan untuk pulang saat pukul 21.00 wib. Saat melihat kepergian Raditya hatiku merasa sangat sedih rasanya aku tidak ingin berpisah terlalu lama dengannya. Namun aku bisa apa status kami pun belum menjadi pasangan yang sah. *~*~*~* Hari-hari ku dengannya terasa sangat menyenangkan, Bersama nya hati ku merasa tenang dan nyaman. Aku takut jika suatu saat ketika aku sudah sangat menyayanginya tiba-tiba dia memilih pergi. setelah itu apakah aku akan baik-baik saja? pertanyaan itu selalu datang di setiap malam ku mungkin karena rasa takut jika suatu saat Raditya meninggalkan ku. Setelah kepulangan Raditya kemarin, ada berjuta kebahagiaan yang ada di dalam hatiku. Terasa aku melihat dunia yang indah sedang ikut bahagia bersamaku. Dalam seminggu itulah aku menghabiskan banyak waktu dengannya. Namun waktu terasa singkat hingga saat ini dia sudah kembali ke Pondok Pesantren. Malam setelah Raditya Kembali ke pondok, ada pengajian umum yang di hadiri banyak orang di desa, disana Freya dan teman-teman nya mendengarkan ceramah yang dijelaskan oleh kyai mengenai pernikahan. “Jadi menikah itu adalah sunnah nabi Muhammad Saw yang di anjurkan dan siapapun yang melakukan sunah tersebut maka akan di jamin mendapatkan pahala dari nabi. Menikah juga bukan tentang umur, tidak harus laki-laki lebih tua daripada perempuan tapi di sini banyak ya ibuk-ibuk yang menikah karena anjuran umur laki-laki yang harus tua? Ada nggak bapak ibuk?” tanya Kyai “Ada…” jawab bersama jama’ahnya “Nabi Muhammad Saw menikah dengan Siti Khodijah yang usianya terpaut berapa tahun buk? Saat itu Siti Khodijah berumur 40 tahun, sedangkan nabi masih berumur 25 tahun. Jauh bukan? Tapi kalau di masyarakat itu harus dan wajib yang lebih tua itu laki-laki. Bukan begitu buk.. umur tidak menjamin keharmonisan rumah tangga tapi kasih sayang antar pasangan lah yang bisa membuat rumah tangga itu Sakinah, mawadah, dan warohmah.” Penjelasan dari Kyai membuat ku merasa tersindir. Bagaimana tidak secara umur ku dengan Raditya terpaut satu tahun lebih tua aku. Apakah Tuhan sedang menjelaskan aku melalui perantara Kyai ini?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN