Freya POV
Setelah dua hari yang lalu adalah kepulangan Raditya dari pondok pesantren, kini aku pun akan segera pulang dan akan segera bertemu dengan Raditya. Sungguh kerinduan ini sangat berat jika di tahan terus dan terus.
Hubungan kami memang belum genap satu bulan, namun aku sudah sangat mencintai nya meski aku berat untuk bicara padanya.
“Mas aku besok pulang.” Ujar ku senang kepada Raditya melalui video call
“jadi besok kamu sampai rumah jam berapa dek?” tanya Raditya
“biasanya ya mas, besok kan aku kuliah dulu paling enggak pulang dari kampus jam 10 pagi. lalu menunggu ibu menjemputku, lalu setelah selesai sholat jum’at aku sama ibu pulang, perjalanan menempuh waktu kurang lebih 3 jam. Jadi kemungkinan sampai rumah nanti sore mungkin kisaran jam 4 sampai 5 sore.”
“jauh juga yaa.”
Aku menjawab dengan menanggukkan kepala ku.
“dek, pulang sekarang aja kenapa!” rintih nya
“sabar ya mas, kurang satu hari saja di tahan lagi yaa..” pinta ku
“kamu lama sih, udah rindu ini. Aku pengen ketemu kamu terus aku peluk dan nggak akan aku lepaskan.” Ujar Raditya manja
“hehehe, mas sabar lagi lah ya.. aku di sini juga sangat merindukan mas. Tapi takdir belum mengizinkan kita bertemu mas. “
Raditya hanya diam, dan bisa di pastikan dia pasti merasa jengkel karena harus menunggu lagi. Hal yang paling membosankan adalah menunggu, namun di balik kesabaran seseorang menunggu pasti akan berbuah manis nantinya, Insya Allah.
Kami pun melanjutkan video call kami, sambil sesekali mengurangi rindu meski tidak akan sama jika kita langsung bertemu dan pasti kerinduan ini akan selesai.
Malam pun tiba, malam ini malam jum’at yang dimana pasti nanti Raditya ada kesibukan, dan aku akan di tinggal sendiri lagi. Tapi tidak apa asal dia tidak pergi dengan wanita lain.
Namun ternyata aku salah, malam itu Raditya terlihat Lelah karena ia sedang ada acara nikahan nya teman sekaligus tetangga nya. Dan ia pun memilih untuk tidur di kamar nya dengan menelpon ku.
Kulihat dari layar ponsel ku dia benar-benar sangat Lelah, sejak ia pulang dari pondok pesantren ia tidak bisa diam karena pasti akan ada kesibukan yang datang. Ku lihat dari sorot mata nya seperti nya ia sudah mengantuk dan aku pun bertanya,
“Mas ngantuk ya?”
“Iya dek.” jawab nya pelan
“Yaudah mas tidur aja. Gantian aku yang nungguin mas tidur.”
Dan ia pun mengerti, akhirnya dia menutup matanya dan ku lihat wajah nya yang Lelah. Namun aku suka melihatnya tertidur, karena menurutku wajah nya sangat lucu dan manis dan juga terlihat tampan.
“mas, aku tau kamu Lelah. Aku akan coba untuk mengurangi beban mas ya! Tapi aku juga butuh cerita dan paling nyaman hanya sama mas tapi beban yang mas tanggung juga sudah banyak, jadi aku harus gimana mas? tapi Baiklah, aku akan tetap bercerita namun harus bisa mengendalikan air mata ku agar tidak jatuh, tapi apa aku bisa ya?” batin ku
Aku masih menatap wajah manis dan polosnya Ketika tertidur, aku akan memuaskan memandang nya karena jika dia membuka mata nya akan dapat ku pastikan aku tidak akan sanggup melihat matanya.
Aku pun tidak mengerti, aku menatap mata laki-laki lain sangat berani dan tidak takut ataupun malu, tapi jika harus berhadapan dengan Mas Raditya aku sangat takut dan malu.
Tidak terasa Ketika semalam aku menemaninya aku pun ikut tertidur. Aku pun tidak tau siapa yang mematikan video call kami semalam. Yang pasti sekarang aku terbangun dan bersiap mandi lalu menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa pulang nanti.
Raditya juga belum memberinya kabar, mungkin dia masih sibuk.
Aku pun menyiapkan barang-barang ku dan terdengar ponsel ku berbunyi pertanda ada pesan masuk, dan aku pun membukanya.
*Perkuliahan hari ini di ganti online, karena dosen nya sedang ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan. Kuliah hari ini akan di adakan di aplikasi sinau pada jam 8.00 wib*
(aplikasi sinau adalah tempat dosen memberikan tugas dan mengumpulkan tugas bagi mahasiswa)
Freya merasa kesal karena ternyata hari ini kuliah nya di ganti online, seandainya sudah di umumkan dari semalam, kemarin ia akan bertekad untuk pulang dan menemui Raditya namun sangat mengecewakan.
Freya pun Kembali berbaring dan memainkan ponsel nya setelah selesai menyiapkan semua barang-barang yang akan di bawa pulang nanti. Karena jam masih menunjukkan pukul 07.46 wib masih ada waktu untuk Freya memainkan ponsel nya dan melihat postingan di aplikasi t****k jaman sekarang.
Jam pun menunjukkan pukul 08.00 wib sudah saatnya perkuliahan hari ini di mulai. Freya membuka aplikasi sinau dan masuk untuk mengikuti kuliah hari ini.
Ting… ada pesan masuk dari Raditya
*Dek..* isi pesan dari Raditya
Freya pun segera membuka pesan dari Raditya. dan ia memutuskan untuk keluar dari aplikasi sinau nya sebentar.
*iya mas* tulis ku
*nggak kuliah?* tanya Raditya
*ini kuliah mas, tapi online.* jawab ku
Akhirnya aku memutuskan membuka laptop ku, dan membuka aplikasi whatshap disana agar bisa membalas pesan dari Raditya tanpa harus keluar dari aplikasi sinau perkuliahan.
Freya pun membalas pesan dari Raditya melalui laptop, dan ponsel miliknya di fokuskan untuk perkuliahan online nya hari ini.
*tau gitu kemarin harusnya pulang dong..*
*pengumuman nya baru tadi pagi mas di kirim.* jelasku
*yaudah sekarang pulang gih..*
*kan masih nunggu ibu.*
*yahhh…. Tau gitu kemarin pulang dek*
*iya mas, seandainya pengumuman nya di umumkan kemarin aku langsung pulang mas.*
Aku pun menelpon Raditya agar tidak bersedih, karena harus menunggu ku sampai di rumah nanti sore.
Setelah selesai perkuliahan dan Raditya bersiap untuk menunaikan kewajiban nya sebagai laki-laki di hari jum’at aku menunggu ibu ku dan ternyata sudah datang.
Ibu memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, Ketika sholat jum’at sudah selesai kami bersiap pulang. Aku merapikan kamar kos ku dan membawa barang-barang ku ke depan dan tidak lupa berpamitan dengan ibu dan bapak kos.
Setelah tiga jam lebih menempuh perjalanan pulang, akhirnya aku tiba di rumah dengan selamat Bersama ibu ku. aku menaruh barang-barang ku di tempat yang sudah di gunakan biasanya, lalu aku memberi pesan kepada Raditya.
*Mas aku sudah dirumah.*
Tak begitu lama Raditya pun membalasnya.
*jadi, aku kerumah kamu jam berapa dek?*
*enak nya jam berapa mas?*
*kan di tanya dek, kenapa malah balik bertanya?*
*Oh iya yaa.. maaf maaf mas. * Aku menertawai diriku sendiri
*Gini saja dek, kalau aku datang sekarang nanti magrib aku pulang, dan jika aku datang setelah magrib pulang nya nanti setelah ngajar santri mushola gimana?*
Aku membaca pesan dari Raditya dan berfikir untuk mengambil keputusan.
*kalau gitu nanti setelah magrib saja mas, kan lama nanti. Hehehe.* tulisku
*nah gini kan jelas dek.*
Pesan kami terhenti karena aku harus mandi, sebentar lagi adzan magrib akan berkumandang dan menunggu kedatangan Raditya kekasihku yang sangat ku rindukan.
Adzan pun sudah di lantunkan dengan indah, aku bersiap mengambil wudhu dan menunaikan kewajiban ku sebagai Muslimah. Rasanya ingin sekali aku memutar waktu agar lebih cepat untuk bertemu dengan kekasihku, Raditya. Rasanya sudah tidak sabar aku bertemu dengannya.
Ting.. pertanda ada pesan masuk
*Dek aku ke rumah sekarang.*
Isi pesan Raditya membuat ku bersemangat dan aku menunggu nya di ruang tamu.