Freya terbangun dari tidur nya dan mendengar pengingat di ponsel nya berbunyi, tertulis rapi di layar ponsel nya yang berisi,
*Besok kuliah*
Freya dengan cepat melangkahkan kaki nya untuk mencari ibu nya untuk memberitahu jika besok jadwal nya kuliah offline. Terdengar riuh piuh suara dari dapur, dapat di pastikan jika ibu sedang memasak.
Freya berjalan menuju dapur dan melihat sosok wanita yang sedang berdiri sambil memainkan spatula miliknya dan itulah wanita yang sangat di cintai Freya.
“Ibu..” panggil Freya
Ibu menoleh melihat putri nya memanggilnya dan menjawab, “ada apa Fre?”
“Besok aku ke kampus buk, satu minggu jadwal ku offline. Jadi rencana mau berangkat sekarang atau besok pagi saja bu?” tanya Freya
“hari ini Ibu ada acara, gimana kalau besok pagi saja?” pungkas Ibu
“gitu juga nggak papa bu, aku palingan masuk hari senin sampai jum’at.” Jelas Freya
“Bagaimana kalau jum’at nya aku pulang saja bu? Nanti setelah kuliah langsung pulang.” Tambah Freya
"memangnya boleh? " tanya Ibu
"Boleh bu, kalau jam kuliah nya selesai." Tutur Freya
“ Kalau hari jum’at kamu pulang jam berapa?” tanya Ibu
“Mungkin sekitar jam 10 pagi bu. Jadi setelah shalat jum’at pulang saja bu?”
“ Nanti kalau kamu capek gimana?” tanya Ibu cemas
“enggak bu.” Freya menjawab meyakinkan
“yaudah kamu sekarang siapkan barang – barang yang mau kamu bawa besok, biar besok tinggal berangkat saja.” Tutur Ibu
“baik bu.” Jawab Freya
Lalu Freya bergegas menyiapkan barang-barang yang akan di bawa besok, setelah di rasa cukup Freya membuka ponsel miliknya dan melihat ada pengingat lain. Ia pun segera membuka nya
*Rabu, Mas Pulang.*
Freya hampir lupa, jika Raditya akan pulang minggu ini. Ia Nampak sangat sedih karena Ketika Freya Kembali ke Lamongan ternyata Raditya akan pulang. Freya harus sabar namun dia juga merasa kecewa karena keadaan menghalangkan Freya bertemu dengan Raditya.
“kenapa bisa gini sih? Kan aku juga pengen ketemu sama Mas tapi malah jarak menjauhkan ku lagi? Kenapa keadaan sepertinya belum mengizinkan untuk aku dan dia bertemu. Sedangkan sejak awal jadian kami pun belum pernah bertemu sama sekali. Ya Allah aku percaya di balik ini semua engkau telah menyiapkan sesuatu untuk ku.” batin Freya
Ting….
Pertanda Ada pesan masuk, membuat lamunan Freya terhenti
*Dek..* pesan dari Raditya
Freya tersenyum akhirnya Raditya sudah memberikan kabar padanya,
Drt..Drt..Drt…
Belum sempat Freya membalas pesan dari Raditya tiba-tiba Raditya sudah menelpon nya. Freya tersenyum melihat wajah manis Kekasihnya sendiri. Ia sangat Bahagia memiliki kekasih yang masih tetap memberinya kabar meskipun hubungan mereka LDR.
Karena Raditya akan berangkat mengaji, telpon mereka pun berakhir.. Dan Freya memilih untuk tidur, karena ia ingin nanti malam juga bisa menunggu Raditya pulang mengaji dan berharap agar nanti malam tidak ketiduran lagi.
Sore pun tiba, Freya terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk berangkat mengaji Bersama adik nya.
Setelah selesai mengaji sore, Freya bermain dengan anak tetangga nya, ayara. Dia anak kecil yang lucu dan periang siapapun pasti akan menyukainya. Tidak terasa sudah lama bermain dengan Ayara dan adzan magrib pun berkumandang. Freya bersiap untuk berangkat ngajar ngaji di masjid tengah dan dilanjutkan mengajar ngaji di mushola.
Freya mengendarai motor scoopy nya menuju ke masjid Al Huda. Dan ia pun melakukan tugas nya untuk mengajar santri-santri nya.
Adzan isya’ pun sudah berkumandang semua bersiap mengambil wudhu dan menjalankan ibadah sholat nya masing-masing. Setelah sholat iys’ selesai Freya Kembali mengajar di Mushola.
Jam menunjukkan pukul 20.30 wib, akhirnya Freya sudah selesai mengajar dan pulang. Sesampainya di rumah ia menaruh kitab yang ia bawa lalu di letakkan di atas meja bersamaan dengan kitab-kitab lainnya.
Freya berbaring dalam kamar tidurnya sambil memainkan ponselnya dan menunggu kepulangan Raditya. Mata Freya sudah berat rasanya ia ingin tidur, namun dalam hati nya ia masih tetap akan menunggu Raditya.
Drt…Drt…Drt…
ponsel Freya berbunyi pertanda ada telpon masuk dan benar ternyata dari Raditya, kekasihnya.
Freya yang baru menutup matanya kini terbangun melihat sang kekasih sudah menelpon nya. Ada rasa Bahagia karena ternyata Raditya masih mengingat nya. Dan perlakuan Raditya ini lah yang membuat Freya merasa dia adalah wanita terbahagia di dunia.
Freya pun bercerita kesehariannya pada Raditya, dan dia mendengarkan nya. Setelah di rasa cukup Raditya menyuruh Freya untuk tidur karena hari semakin larut.
“yaudah, sekarang tidur dek. udah malam loo.” Pinta Raditya
“bentar lagi lo mas, hehehe.” Jawab Freya manja
“besok ketinggalan sholat subuh nya. Sekarang tidur gih.” pinta nya lagi
“iya deh.”
Akhirnya Freya menutup mata nya dan berusaha untuk tidur meskipun ia sendiri belum ingin tidur. Freya masih ingin menatap wajah kekasihnya yang sangat di rindukannya meskipun harus menatap melalui layar handphone miliknya.
“Mas, makasih yaa. Sudah menciptakan kebahagiaan yang baru untuk ku, mas sudah mengajari ku bagaimana mencintai dengan tulus dan menerima ku apa adanya dengan mood ku yang kadang berubah-ubah. Maaf ya mas kadang merepotkan mas juga. Tapi jujur aku sayang sama mas. Maafkan Freya yang dulu telah menyakiti hati mas hingga berulang kali, dan aku pun tau untuk tidak menyakiti mas lagi. Mas jangan pergi yaaa? Jangan membuat cinta ku goyah, karena aku sudah yakin sama mas. Mari berjuang Bersama ya mas.. dan aku sangat merindukan mas.” Batin Freya
Secara tidak sadar Freya meneteskan air mata, dengan sigap ia menghapus nya agar tidak terlihat oleh Raditya.
Meskipun Raditya tidak mendengarnya namun aku pun tidak sanggup untuk bicara langsung di depan matanya.
“kok belum tidur sih? Tidur dek..” pinta nya pelan
“iyaa mas..” jawab Freya dengan tawa kecil nya
Batin Freya berkata, “ ahh aku rekam layar saja mas, besok akan aku lihat berapa menit mas akan menunggu ku. mas maaf yaa, pacarmu iseng.”
Freya mencari tombol rekam layar dengan mata sedikit terbuka, dan ia pun memencet tombolnya. Dan Freya pun akhirnya tidur.
SKIP
Hari Rabu pun Tiba, Setelah sekian lama Raditya menungu kepulangannya sendiri kini sudah tiba waktunya untuk pulang. Namun setiba nya di rumah, ia masih belum bisa melihat sang kekasih dikarenakan sang kekasih berada di Lamongan, ia harus menunggu tiga hari lagi untuk bertemu dengan nya.
Raditya akhirnya tiba di rumah pukul 12.00 wib. Sesampainya di rumah ia makan dan mandi, setelah itu menunaikan ibadah nya. Setelah semua selesai ia memberi kabar kepada Freya.
Di sisi lain, Freya sedang menunggu kabar dari Raditya. Pagi tadi sudah di beri kabar namun sampai ke rumah ia masih belum menerima kabar dari Raditya.
Ting…
ada pesan masuk di ponsel Freya
*ini sudah di rumah dek.* tulis Raditya
Freya pun mengucapkan syukur karena Raditya pulang dengan selamat. Ia pun menelpon Raditya namun ia bilang jika akan tidur. Akhirnya Freya mematikan telpon nya dan membiarkan Raditya tidur.
Freya membuka Laptop miliknya dan memainkan game yang ada di laptop miliknya. Namun hati nya masih belum tenang dan selalu ingin pulang. Dan ia pun berbicara sendiri
“Mas sudah pulang tapi kita bertemu nay masih tiga hari lagi, aku tu rindu lo sama mas. Tapi aku juga tau mas pasti capek. Yaudah lah nggak papa mas tidur saja.” Ujar nya dengan mengeluh sendiri dan pikiran nya sendiri.
Ia pun melanjutkan game nya, namun baru beberapa menit ia bicara kini ia Sudah bicara sendiri lagi,
“mas, aku rindu. Ahh.. lupakan lah Freya, kamu masih lama bertemu dengan Mas. Udah sabar aja! Tapi aku kangen juga loo. Tapi mau gimana lagi? Sudah ah pusing.” Ucapnya dengan pikirannya sendiri.
Terkadang yang Namanya rindu baru saja bertemu akan menciptakan kerinduan lagi. Bagaimana dengan aku yang sama sekali belum bertemu dan selalu ingin bertemu tapi jarak masih belum mengizinkan kita bertemu?