BAB VII ~Hati yang Merindu~

1222 Kata
Setelah selesai menghubungi Kika, aku berbaring di Kasur kesayanganku dan bermain dengan ponsel milikku sekaligus menunggu Raditya selesai mengaji. Aku menunggu sambil memainkan ponselku dan menonton beberapa konten youtube milik artis dan selebriti tanah air, salah satunya adalah chanel youtube nya Ria Ricis. Jam menunjukkan pukul 22.15 Wib, aku masih belum bisa tidur, sedari tadi aku hanya memainkan ponsel kesayangan ku. Dan aku pun masih ingin menunggu kekasih tercinta ku, Raditya. Dan akan menceritakan semuanya kepada nya. Drt…Drt…Drt… Dering ponsel milikku berbunyi, ada panggilan video masuk dan itu dari Raditya, kekasihku. setelah beberapa jam aku menunggu nya, akhirnya penantian ku tidak sia-sia. Dan aku pun segera mengangkat nya. Terlihat dari layar ponsel ku, aku melihat kekasihku menggunakan Kopyah dan memakai baju koko miliknya. Sungguh terlihat tampan sekali apalagi jika memakai baju berwarna putih, bagiku ketampanan nya dua kali lipat dari sebelumnya. “Kenapa Dek?” tanya Raditya membuyarkan lamunan ku. “hehehe, enggak kok mas.” Jawab Freya bohong “Jangan bohong…” pungkas Raditya pelan “Kalau aku bilang mas nggak boleh ke-PD an yaa?” ujar Freya “Iya.” Jawab Raditya sembari melepas kopyah yang ia kenakan “Mas terlihat tampan kalau pakai baju putih terus pake kopyah.” Jelas Freya dengan malu setelah menjelaskan nya Freya menutup wajah manis nya dengan kedua tangannya karena malu. Raditya yang mendengar penjelasan Freya pun terkejut, lalu dia bertanya, “Apa dek?” “Mas tampan kalau pake baju itu.” Jelas nya lagi lalu menutup wajahnya yang malu Raditya merespon dengan senyum lebar nya dan berpose setampan mungkin. “kan PD?” pungkas Freya dan memanyunkan kedua bibir nya. “hehehe, enggak enggak.” Jawab Raditya dengan senyum manis nya “kenapa mas manis banget sih..jadinya pengen aku makan.” Ujar Freya dalam hatinya “Udah jangan senyum senyum sendiri, sekarang tidur gih.” Ujar Raditya “Iya-iya tidur.” Jawab Freya Video Call kami pun masih tetap berlanjut, Raditya akan menunggu Freya hingga tertidur. Freya yang masih belum bisa tidur pun hanya memandangi wajah kekasihnya dari layar ponsel miliknya, dalam hatinya ia berkata “Mas, makasih ya udah jadi sumber kebahagiaan ku lagi. Maaf dulu pernah menyia-nyiakan kamu yang setulus ini Mas, tapi yakinlah aku pun tidak bermaksud melukai mas karena aku tau mas orang baik. Terkadang aku merasa, aku lah yang tidak pantas berdampingan dengan mu, aku bukan orang yang baik tapi aku ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dengan kekurangan-kekurangan ku yang tidak semua orang bisa menerimanya selain kamu mas. Terima Kasih yaaa, mas telah mengajarkan ku tentang ketulusan kasih sayang. Mas jangan bosen sama aku yaa? Jikalau aku salah, Mas bilang jangan ngilang. Aku takut kehilangan mas.” Tanpa sengaja Freya meneteskan air matanya, Raditya yang sadar pun berusaha melihat dan mengamati secara seksama dengan penuh cinta. Lalu ia pun bertanya, “Dek, kenapa?” tanya nya pelan "Hanya menguap saja mas. " Jawab Freya bohong "Kenapa dek? " tanya nya lagi “Aku rindu mas.” Jawab Freya pelan "Sabar." pungkas Raditya Freya hanya menganggukkan kepala nya. Meskipun penyebab ia mengeluarkan air maya nya lebih banyak dari curahan hatinya sendiri tapi kerinduan nya juga salah satu penyebab ia menangis. “ Bentar lagi aku pulang dek. kurang 1 minggu lagi.” Jelas Raditya “Beneran nih mas?” tanya Freya memastikan “Iya.” Jawab Raditya menyakinkan “Sekarang kamu tidur gih.” Tambah Raditya “Siap Mas. Selamat malam mas, Aku tidur yaa.. ” tutur Freya Raditya menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa menit akhirnya Freya pun tertidur. Raditya memandang wajah kekasihnya dibalik layar ponsel miliknya dengan senang. Setelah dua jam setengah Raditya menemani Freya ia pun mematikan telpon nya, dan ia Kembali fokus untuk mengaji malam di jam 00.00 Wib. ~*~*~* Sudah dua minggu Freya mengajar di Mushola dan di dua Masjid. Saat itu Freya masih di rumah karena sistem pembelajaran kuliah nya di jadwal online dengan perantara zoom dan google meet. Ketika ia melihat jadwal di layar ponsel nya dia sadar ternyata minggu depan ia ada jadwal di kampus selama lima hari. “Jika nanti dalam lima hari aku tinggal, nanti di Mushola siapa yang akan mengajar? Mas juga belum pulang. Nggak mungkin juga aku menyuruh orang menggantikan aku tapi sekalipun ada aku tetap tidak bisa tenang.” Pikir Freya Drt… Drt… Drt… Suara ponsel Freya berbunyi, pertanda ada panggilan video call yang masuk. Ia melihat nama di layar handphone miliknya, ternyata Raditya. Secepat mungkin Freya menjawab panggilan video call dari kekasihnya, Raditya. “Mas, aku mau cerita.” Ujar Freya mengawali pembicaraan “cerita apa dek?” timpa Raditya Freya mengirim sebuah foto yang berisikan jadwal masuk kuliah nya pada Raditya. “kenapa dek?” tanya Raditya “minggu depan aku kembali ke kos seminggu karena jam perkuliahan ku daring. Nahhh kalau aku tinggal anak-anak nanti siapa yang ngajar mereka gantikan aku? Kalau di masjid Al-Ikhlas nanti ada Ustad Yon, di masjid tengah juga ada Ustad Pri, tapi di Mushola nggak ada kan?” “Apa nggak ada guru ngaji lain di Mushola dek?” tanya Raditya “Ada mas. Tapi orang nya nggak bisa ngajar tentang pelajarannya.” Jelas Freya “Mas nggak pulang?” tanya Freya lagi “Rencana nya sih pulang dek, ada acara di rumah.” Tutur nya “yaudah, Mas nanti yang ngajar yaa gantiin aku? Gimana?” tanya Freya “Hmmm…” “Mau ya?” pinta Freya “Insya Allah.” Jawab Raditya “Jangan Insya Allah dong mas, ini antara bisa dan enggak? Ayolah mas, Please?” pinta Freya dengan suara sedikit manja “Iya deh iya, di usahakan.” Jawab Raditya “Sayang mas deh.. hehehe.” Ujar Freya malu “Iiii, tumben? Kesambet apa nih?” tanya Raditya heran “Kok kesambet sih? Kan memang fakta nya begitu mas. Hmm” jelas Freya dengan memanyunkan bibirnya “Iyaudah iya, sekarang kamu tidur gih udah malam.” Ujar Raditya “baru sebentar lho melihat wajah mas yang super manis ini..masa iya di suruh tidur.” Tutur Freya kesal “udah malam dek, kesehatanmu penting. Cepat gih tidur.” Perintah Raditya “Iiihh.. mas nggak peka apa yaa? Aku kan masih rindu.” Batin Freya Raditya yang melihat ekspresi wajah kekasihnya melalui layar ponsel miliknya dapat di artikan dengan jelas, jika Freya kesal. Bahkan wajah nya yang manis kini terlihat lebih manis karena ekspresi nya yang cemberut dengan memajukan bibirnya kedepan. “Dek.. tidur nggak? Kalau enggak video call nya ku matikan.”pungkas Raditya “kok malah mengancam sih?” batin Freya kesal “Iya tidur.” Ucap Freya singkat lalu ia menutup matanya dengan kasar. Raditya memandangi wajah Freya yang tertidur. Sesekali kedua mata Freya melihat Raditya yang hanya diam melihat dirinya. Freya tidak tahan melihat wajah super polosnya Raditya yang manis seperti permen. Ia berusaha menahan tawanya namun sia-sia. Freya tertawa dan membuka lebar kedua matanya, Raditya yang mengerti pun hanya diam dan melihat pacarnya sedang salah tingkah karenanya. Freya melihat Raditya pun seketika menghentikan tawanya, karena pandangan Raditya kini sangat tajam dan menyeramkan. Freya yang sadar jika Raditya ingin dia tidur akhirnya Freya Kembali menutup matanya hingga ia tertidur. Setelah di rasa cukup, Raditya mematikan telpon nya dan ia melanjutkan kesibukan nya menulis dan hafalan hingga sebelum adzan subuh. Setelah menjalankan ibadah nya, Raditya bersiap untuk tidur. Karena di jadwal pribadinya jam tidur seorang Raditya Putra adalah setelah melaksanakan sholat subuh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN