Love 49

1032 Kata
Bonbon dan Yunki dalam perjalanan pulang mereka merasa lega karena melihat Reya dalam keadaan yang sehat dan baik-baik saja. Sejak tadi squinoid berambut merah muda itu bahkan tersenyum. Di dalam hatinya merasa kecemasan yang selama ini ia rasakan akibat kepergian Reya menghilang. Yunki menatap pada Bonbon yang tengah menikmati angin dari luar jendela. "Bon." Sapaan yang didengarnya buat Bonbon menoleh. "Hari ini harus jadi rahasia kita berdua ya?' "Kenapa? Bukannya bakal bagus kalau orang-orang tahu kalau eonni baik-baik saja?" Tanya Bonbon sambil menatap Yunki. "Terkadang kita nggak harus mengatakan apa yang kita lihat dan membiarkan itu agar tetap jadi rahasia. Reya itu dari dulu selalu memilih menghindar, dia butuh waktu untuk sendiri dan membuat perasaannya lebih baik. Kalau sampai ada yang tahu dan menghampiri dia secara terang-terangan bisa jadi itu malah buat dia hilang lagi. Apalagi kalau yang tahu itu Jimmy. Jadi pastikan nggak ada yang tahu tentang hal ini, termasuk Bongbong oke?" Yunki kemudian menatap ke arah Bonbon seraya menunjukkan jari kelingkingnya. Bonbon mengaitkan jari kelingkingnya kepada yunki kemudian mengetukkan ibu jarinya ke arah ibu jari Yunki. "Janji. Tapi, kalau aku janji nggak bilang ke siapa-siapa aku boleh ikut lagi kan?" Yunki mengangguk, tentu saja ia akan mengajak Bonbon untuk melihat Reya lagi lain kali. Yunggi jelas mengerti betul bahwa Bonbon dan Bongbong sangat merindukan Reya. Hanya saja jelas ya tak mungkin mengajak Bongbong untuk ikut melihat keadaan Reya apalagi Iya lebih dekat dengan Jimmy. Orang yang saat ini benar-benar tak ingin ditemui oleh gadis itu. Di sisi lain saat ini Reya tengah sibuk mengurus beberapa anak yang sedang dititipkan. Di sana bukan hanya ada Reya tetapi juga ada empat orang yang membantu untuk menjaga anak-anak yang dititipkan. Selama bekerja di sini perasaannya menjadi jauh lebih baik, apalagi lokasi ini begitu dekat dengan pantai membuat ia merasa lebih tenang dan banyak menghabiskan waktu untuk menenangkan diri. Saat itu Bibi Ma berjalan menghampiri Reya ia membawakan kotak makan agar Reya bisa menyantap santapan paginya. Melihat sang bibi membuat Gadis itu berjalan mendekat sambil menggendong salah seorang anak batita menghampiri sang bibi untuk mengambil bekal sarapannya. "Maaf hari ini aku lama memasak. Kamu jadi telat sarapan Reya." Bibi mah merasa bersalah karena ia membuat Reya telat untuk sarapan. Apalagi dengan kondisinya saat ini tengah mengandung tentu saja perlu ajukan nutrisi dan gizi yang cukup setiap harinya. "Nggak apa-apa bi aku justru yang berterima kasih karena bibi mau aku repotin kayak gini." Ucap wanita itu. Sang bibi kemudian mengambil alih Reya, ya kemudian sedikit mendorong raya untuk berjalan keluar dan menyantap santapan paginya. Bibi Ma adalah ibu dari Ahreum dan Yuna area sengaja tinggal di sana karena Ahreum tak sengaja memergoki Reya yang akan melarikan diri waktu itu. Saat itu Ahreum mengantarkan kopi dingin ke dalam mobil Reya. Ia melihat dua koper besar yang berada di belakang mobil kemudian mencoba menebak bahwa atasannya itu ingin melarikan diri tanpa ia tahu alasannya. Ahreum saat itu berpikir bahwa mungkin saja agensi yang meminta Reya untuk menjauhi Jimmy. Jadi ia memberikan saran agar ia tinggal bersama ibunya yang kini berada di Busan dan ia berjanji tak akan memberitahu siapapun. Reya berpikir cukup lama untuk menyetujui apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Namun pada akhirnya ia setuju dan kini merasa lebih baik karena ada yang menemaninya. Jadi, ia tak benar-benar sendirian. "Sarapan dulu sana dan jangan terlalu sering menggendong anak kecil karena kamu sekarang sedang mengandung," kata bibi mah ia khawatir jika Reya menggendong anak kecil karena kehamilannya saat ini. Reya menurut ya kemudian berjalan keluar tempat penitipan anak untuk menikmati sarapannya di taman belakang. Sebenarnya di dalam juga ada kantor yang bisa ia gunakan untuk istirahat ataupun melakukan kegiatan lain. Hanya saja Reya lebih senang jika menikmati santapan paginya di taman belakang. Taman belakang bukan taman yang besar hanya taman kecil yang ditata dengan begitu cantik dengan aneka berbungaan. *** Jenis yang ini memilih untuk pergi ke studio tari. Saya ingin mengurangi rasa cemasnya dan rasa berdarahnya dengan menarikan beberapa lagu. Menari merupakan salah satu hal yang begitu ia sukai, dan menarik juga yang akan membuatnya merasa lebih baik. Tentu saja rasa bersalah dan rasa cemas masih ia rasakan sampai saat ini. Hanya saja Jimmy tak bertindak terlalu banyak selain berusaha mencari gadis yang ia sayangi ke teman-teman terdekatnya. Dan tentu saja itu tak membuahkan hasil apapun karena tak banyak orang yang Reya percayai untuk bisa saling berbagi. Musik dimulai ia menatap pada cermin dan melihat dirinya kini berdiri di studio yang kosong. Iya segera bergerak mengikuti alunan lagu, tiap gerakan yang ia lakukan begitu baik. Meski begitu Heosok masih memegang tahta tarian terbaik di Bhome. Saat itu pintu terbuka menunjukkan sosok Namjun yang sedikit terkejut karena melihat gini berada di studio sendirian. "Kamu sendirian di sini? Heosok mana biasanya kalian kalau nari suka sama-sama?" Tanya Namjun kemudian berjalan dan duduk di sudut studio. "Aku emang lagi pengen sendirian aja Hyung." Jawab gini dia menghentikan musiknya kemudian mengulang kembali musik dari awal kemudian mengulang tarian yang tadi sempat terhenti. "Aku tahu kamu kayak gini karena kamu sekarang lagi banyak pikiran karena Reya." Nandin buka suara setelah beberapa kali penampilan Jimmy yang tak sempurna. "Seharusnya kamu bisa membagi mana profesionalitas kerja dan hal pribadi. Iya meski dalam hati aku sadar itu kan sulit banget. Harusnya kamu belajar mulai dari sekarang. Kesalahan kamu selama ini lupa lirik, salah gerakan, dan berapa banyak lagi kesalahan yang mau kamu lakukan selama jadwal kita masih berlangsung selama beberapa bulan ke depan?" Jimmy menggantikan gerakannya, ia kemudian memilih untuk berjalan dan duduk di samping Namjun. "Aku tahu seharusnya aku nggak ngelakuin kesalahan Hyung. Pikiranku tiba-tiba aja ngeblank. Dan semakin sering belakangan ini." Namjoon menatap Jimmy dalam hati sebenarnya ia merasa iba dengan masalah yang dialami Jimmy. Di sisi lainnya juga merasa kesal dan marah karena menurutnya Jimmy tak bertanggung jawab dengan kesalahan yang telah ia lakukan. "Sebaiknya kamu besok konsultasi deh mungkin akan lebih baik. Meski aku dalam hati berharap banget kalau rasa bersalah itu nggak akan hilang dari hati kamu. Cuman hal itu yang bisa menunjukkan kalau kamu itu benar-benar manusia," kata sang leader pada Jimmy yang kini duduk di sampingnya sambil menunduk. Jimmi melirik Namjun kemudian mengangguk. Ia butuh sehat secara tubuh dan pikiran agar kalau lagi melakukan kesalahan dalam penampilannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN