Noid 54

1634 Kata
Yunki kembali ke dorm sejak tadi ia terus tersenyum merasa bahagia karena bisa melihat Reya dari dekat dan mengetahui kalau wanita yang ia cintai itu baik-baik saja. Hal yang ia syukuri dan menjadi sumber kebahagiaannya hari ini. Sejak perjalan pulang tadi jantungnya berdegup keras. Ia bahagia melihat Hyunjin kecil yang, hatinya seolah menghangat saat menyaksikan bayi kecil itu menangis dan mengerakkan tangan mungil yang ingin sekali ia genggam. Di dalam ruangan ada Jimmy yang tengah duduk di sofa. Belakangan ia sibuk menjadi salah satu juri dari acara pemilihan idol wanita. Itu yang menjadi salah satu agenda kerjanya selama enam bulan ke depan. Saat ia melakukan pekerjaan ia begit bahagia bisa melupakan segalanya.Saat ia kembali ke apartemen miliknya, semua kembali terasa kosong dan menyedihkan. Maka malam ini ia kembali ke dorm BTL berharap ada seseorang yang bisa membuatnya tak merasa kesepian. Saat Jimmy kembali ada Jeon-gu dah Heosok. hanya saja saat ini keduanya tengah membeli kudapan dan juga kopi dingin. Mereka berdua akan menyaksikan pertandingan bola malam ni. jadi membeli aneka snack akan menjadi amunisi keduanya untuk malam ini. Jimmy sedang meneguk kaleng ke dua bir miliknya saat yunki masuk ke dalam. Jimmymenolehmelihat Yunki yan tersenyum dan telihat begitu sennag. "Kamu udah pulang Jim?" tanyanya. Jimmy anggukan kepala. "Rekaman kamu hari ini sukses Hyung?" Yunki terdiam ia lalu mengelengkankepalanya. "Aku haru pergi ke suatu tempat karena ada urusan penting. Jadi .., aku sengaja nunda rekaman hari ini." Jimmy memerhatikan Yunki, jelas ia merasa ada yang aneh. Mengapa ia terlihat begitu ceria dan bahagia? Apa yang di lakukan Yunki mendadak begitu membuat penasaran. tatapan Jimmy tak berpaling saat Yunki kini tengah sibuk dengan air mineral di tangannya. "Hyung," panggil Jimmy. "Kamu tau di mana reya?" Yunki melirik Jimmy sekilas, sampai akhirnya ia menggelengkan kepalanya. "Enggak, kamu kan pacarnya dia. Bukannya harusnya kamu yang lebih tau?" "Kamu tau kan di mana dia sekarang hyung?" Jimmy semakin yakin karena jawaban yang Yunki berikan begitu tenang yang justru membuat ia ragu dengan jawaban yang diberikan. "Kasih tau aku di mana dia sekarang Hyung." Yunki tersenyum sekilas, kemudian berjalan menuju kamarnya sebelum Jimmy segera bangkit dan menahan tangan si pucat. "Hyun aku mohon," JImmy memohon kemudian memegangi bahu Yunki. Yunki tak lagi tersenyum, tatapannya menatap tajam pada Jimmy. Jika saj aia tak memikirkan nasib BTL ke depannya ia tak mungkin memaafkan Jimmy yang telah membuat Reya pergi lagi dari hidupnya. Yunki mendorong jimmy membuat pegangan pada bahunya melonggar. Yunki terkekeh kecil, kemudian berkata, "Kamu mau ngapain?"" "Aku harus minta maaf, aku sayang sama dia Hyung," ucap Jimmy memohon. "Percuma, aku juga enggak tau Reya dimana," jawan Yunki. "Kalian sembunyiin apa dari aku?" tanya Jimmy yang seolah menuduh jika ada seustu di antara Yunki dan Reya. Yunki hanya tersenyum, senang jga rsanya kalau membuat Jimmy kesal karena kebodohannya sendiri. "Kamu pikir kita ada hubungan apa? Kamu sadar lah, kan kamu yang buat dia pergi." "Hyung," lirih Jimmy. "kamu bukannya minta maaf malah nuduh macem-macem gitu." "Ya, karena kalau enggak ada apa-apa kenapa kamu sembunyiin dia dari aku?" "Anggap aja aku sama reya ada apa-apa dan anggap aja sudah terjadi hal yang seperti kamu bayangkan. Gimana?" Jimmy marah, ia bergerak cepat mencengkram kerah jaket yang dikenakan Yunki. Sementara Yunki masih terlihat tenang. Jujur, ia sama sekali tak merasa iba pada Jimmy saat ini. masih saja ia mengedepankan emosi setelah apa yan melakukannya. "Kenapa kamu cemburu? Cinta itu enggak berguna kalau enggak ada tanggung jawabnya. Kamu harusnya sadar, kalau laki-laki yang enggak bertanggung jawab itu cuma sampah. Jadi jangan berharap aku akan kasih tau kamu dimana permata yang aku jaga baik-baik, ngerti?" "HYUNG!" Jimmy marah rahangnya mengeras, menatap Yunki yang hanya tersenyum dnegan tatapan meremehkan. Saat itu Jeon-gu dan Heosok masuk keduanya segera berlari menghampiri Jimmy dan Yunki. Heosok bahkan menjatuhkan belanjaannya ke lantai demi menyelamatkan kedua temannya. "Hyung kalian kenapa?" tanya Jeon-gu sambil menjauhkan Jimmy. "Hyung tau dimana reya, tapi dia enggak mau kasih tau aku!" kesal Jimmy. "KAlau aku kasih tau sekarang apa gunanya? Lagian aku udah bilang kalau aku enggak tau kan?" Heosok melirik pada Yunki. Sejujurnya ia juga merasa kalau yunki tau dimana keberadaan Reya. Hanya saja Heosok percaya kalau ada alasan mengapa si pucat itu memilih diam. "Hyung kan bilang enggak tau," Jeon-gu mengatakan itu pada Jimmy. "Yunki Hyung bohong dia pasti tau." Jimmy bersikeras, "Yunki hyung udah bilang enggak tau. Kamu harusnya enggak maksa gitu Jim," ucap Heosok. "Kamu masuk ke kamar aja hyung," ucap Heosok lagi mempersilahkan. Jimmy melepaskan pegangan Jeon dan memilih berjalan ke luar. Sementara jeon dan Heosok hanya saling tatap. Mereka juga tak tau apa yang harus mereka lakukan. *** Malam hari Seojin ingin mengantarkan Bonbon untuk pulang. Sementara Minji sudah pulang bersama manajernya. BOnbon senang sekali sejak tadi ia menatap ke luar jendela. Selama di Jepang ia tak pernah ke luar karena tak bisa berbahasa Jepang dengan lancar dan juga ia merasa sedih dan kesal karena terus di jadikan objek penelitian. Seojin menatap pada Bonbon. "Gimana kamu selama di Jepang?" Bonbon membecik, membahas Jepang membuat ia ngerasa sedih. "Aku sedih di sana Samchon. Setiap hari tangan aku di suntik. Aku juga ditelanjangi," jelasnya kemudian memeluk dirinya sendiri. "Aku enggak bisa kemana-mana setiap hari di kaish obat ini dan itu. Ada yang bikin mual, ada yang buat aku tidur dua hari." Bonbon menatap Seojin dnegan mata yang berkaca-kaca. ia kemudian memperlihatkan tangannya. "Aku disuntik di sini, sini, sini, setiap hari." katanya lagi sambil menunjuk bagian-bagian tangannya. Tentu saja apa yang dikatakan BOnbon buat ia merasa sedih juga. Pasalnya ia dan para squinoid telah bersama-sama dalam waktu yang cukup lama. Apalagi para squinoid itu selalu merawat ia dan member lain dnegan sangat baik. Ia sudah menganggap squinoid selayaknya bagian hidup. Menyakitkan jika mendengar mereka diperlakukan seperti itu. Hanya saja, Seojin juga jelas mengerti bagaimanapun juga apa yang dilakukan profesor dan juga timnya adalah untuk keberlangsungan squnoid dan itu menyangkut Bonbon dan Bongbong. Harus di sadar dan dimengerti, bagaimanapun juga squinoid bukanlah selayaknya manusia pada umumnya yang lahir dari rahim. Mereka adalah makhluk eksperimen dari squizy yang berbentuk sebuah telur. "Hmm, jangan sedih ya. Gimana kalau kita makan es krim?" Tawar Seojin pada Bonbon. Tentu saja penawaran yang diterima itu dijawab panggukan setuju oleh Bonbon. Ia masih begitu polos dan begitu menyukai penawaran-penawaran seperti yang dikatakan seo jin barusan. Pasti akan menyenangkan pikirnya jika ia menghabiskan malam ini dengan menyantap es krim. Setelahnya seo jin mengarahkan mobilnya untuk menuju ke sungai Han. Pria itu lama tak menghabiskan hari dengan menyenangkan belakangan ia benar-benar disibukkan dengan kegiatan modeling dan juga akting drama terbarunya. Tentu saja bukan karena ia tak mensyukuri dengan hal yang ia dapatkan. Hanya saja rasanya sesekali memang butuh beristirahat dan bersantai sejenak dari segala aktivitas. Sepertinya waktu yang tepat adalah malam ini karena ada Bonbon yang menemaninya Jadi ia mempunyai seseorang untuk diajak mengobrol. Tak perlu waktu lama untuk keduanya sampai di sungai Han. Seojin turun dengan mengenakan jaket topi juga masker agar wajahnya tak terlihat. Ia menunggu sambil duduk di tepian sungai dan membiarkan Bonbon yang membeli es krim untuk mereka berdua. Sebenarnya ada rasa bersalah juga karena membiarkan wanita yang membeli es krim untuk mereka santap. Hanya saja tak mungkin jika Seojin sendiri yang turun dan memberi es krim. Akan terjadi kehebohan jika ada yang melihat mereka berdua. Belakangan BTL sudah terlalu banyak membuat kehebohan ia tak ingin menambah beban grup lagi hanya karena sebuah es krim. Menunggu tak terlalu lama kemudian Bonbon datang membawakan dua buah es krim rasa coklat dan vanila untuk Seojin dan rasa strawberry untuknya. Warna merah muda dari es krim strawberry mirip sekali dengan rambut Bonbon. Gadis itu berjalan mendekat dengan tersenyum terlihat begitu bahagia layaknya anak kecil yang mendapat sebuah hadiah. Iya kemudian duduk di samping Seojin dan memberikan es krim ke pria yang kini duduk di sampingnya. "Gomawo, Bonbon-a," ucapnya. "Terima kasih es krimnya samchon." Bonbon juga mengucapkan terima kasih kemudian segera menikmati es krim miliknya. Hari ini sudah cukup larut sungai Han juga sudah tak terlalu ramai meski Masih banyak orang yang menikmati keindahan sungai di malam hari. Kebanyakan dari mereka adalah pasangan kekasih yang tengah menghabiskan waktu berdua meski hari ini bukan hari libur. "Kalau aku ulang tahun samchon mau kasih apa?" Tanya Bonbon. "Ulang tahun?" Tanya Seojin bingung. "Iya kan dua bulan lagi ulang tahun aku dan bong Bongbong. Samchon enggak inget ya?" "Iya nggak terasa ya kita udah setahun sama-sama. Kayaknya baru kemarin aku nemu kalian di kamar, sekarang kalian udah ulang tahun yang pertama." Ucap Seojin. "Bukan ulang tahun yang pertama tapi ulang tahun ke 25 tahun." Bonbon menyahut sambil sibuk dengan es krim di tangannya. "NDE?!" Seojin terkejut dengan apa yang dikatakan Bonbon. "Kok 25 tahun?" "Iya kata Appa ulang tahun squinoid yang yang pertama kali itu, sama dengan DNA yang diambil dari manusia yang dijadikan squinoid di tambah lima tahun. Baru di tahun kedua aku dan Bongbong berulang tahun normal. Jadi sesuai dengan usia Zana saat diambil DNA nya saat itu 20 tahun ditambah 5 tahun. Usia aku pertama ini 25 tahun." Bonbon tersenyum setelah menjelaskan ia tak tahu bahwa pria di sampingnya kini tengah pusing memikirkan penjelasan yang ia berikan tadi. Tentu saja usia swin adalah berdasarkan perhitungan khusus yang telah ditentukan oleh profesor dan tim. Pertumbuhan squidnoid di tahun pertama begitu pesat dari organ tubuh dan juga pemikiran serta daya tangkap. Namun, belum bisa ditentukan apa yang menjadi kekurangan squnoid dan juga apakah squinoid bisa meninggal atau merasakan sakit seperti yang dialami manusia selain demam jika ia jauh dari induknya selama 3 bulan pertama. "Oke kalau begitu aku akan kasih kamu hadiah yang bagus sama Bongbong juga." Seojin berjanji. "Yeee, terima kasih samchon," ucap Bonbon senang. "Aku kan belum kasih kamu?" Tanya Seojin "Iya, kan aku terima kasih dulu." Sahut Bonbon senang. Setelahnya keduanya menghabiskan waktu menikmati es krim mereka sebelum pulang. Seojin juga membelikan es krim yang dibawa pulang oleh Bonbon untuk saudara kembarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN