Noid 58

1216 Kata
4 Tahun Kemudian "Ibu bangun." Suara anak kecil membangunkan Soogi dan Tae pagi ini. Dia adalah Taeyang anak kedua dari Soogi dan Tae. Anak laki-laki itu tumbuh sehat dan menggemaskan memiliki tatapan yang tajam seperti sang ayah, pipi yang menggemaskan seperti sang ibu, juga memiliki keras kepala yang serupa dengan ibu dan kakaknya. Mendengar buah hatinya itu berjalan masuk kedua orang tua Taeyang segera bangun. Anak kecil itu kemudian berlari dan memeluk sang ibu. "Ini masih pagi banget sih kenapa Yayang udah bangun?" Tanya Soogi. Tae ikut terbangun kemudian menatap pada sugih dan buah hatinya. Tangannya kemudian mengacak rambut Yayang. "Iya ini masih pagi banget loh Kenapa kamu bangun?" "Yayang enggak bisa bobo Appa." Jawab anak itu kemudian ia merebahkan tubuhnya di tengah di antara Ayah dan ibunya. Setelah si bungsu rebah kedua orang itu memilih untuk mengikuti dan kembali merebahkan tubuhnya untuk tidur karena hari masih terlalu pagi untuk terjaga. Selama 2 tahun ini semua berjalan lancar bagi Tae dan Soogi. Lambat laun para penggemar Dan wartawan tak lagi mengincar mereka apalagi Setelah 1 tahun kelahiran dari si bungsu. meskipun demikian Putri pertama mereka masih ingin jika ayah sambungnya adalah seorang Idol terkenal. Jijji benar-benar tak suka dengan hiruk pikuk yang terjadi jika teman-teman yang tahu bahwa sang ayah adalah member BTL. Jadi dia meminta kepada ayah sambungnya itu untuk merahasiakan tentang hubungan mereka. Kini mengetahui kalau Soogi adalah istri dari Tae. Hanya saja jika ia muncul di tayangan berita atau acara yang didatangi oleh sang suami, Tae minta agar wajah istrinya di blur untuk memberikan ia privasi. Tentu saja hal itu disetujui oleh pihak televisi karena memang artis berhak untuk itu. Malam perlahan menjadi pagi Kemudian kota yang sepi kini mulai riuh dengan hiruk pikuk masyarakatnya. Mereka kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing bekerja, sekolah atau banyak hal yang mereka lakukan di pagi ini sama halnya dengan Reya. Pagi ini Reya telah sibuk membuat sarapan untuk ia dan Putra semata wayangnya Hyunjin. Anak itu ini duduk di meja makan memainkan garpunya seraya mendengarkan lagu yang diputar oleh sang ibu. Lagu itu adalah lagu yang dinyanyikan Jimmy secara solo dalam salah satu album BTL. Meskipun keduanya belum bertemu, wanita itu tetap memperkenalkan Jimmy sebagai ayah dari Hyunjin. Reya sama sekali tak menutupi tentang keberadaan dan siapa ayahnya. Meskipun ia berbohong tentang satu hal. Hyunjin terus meminta untuk bertemu dengan Jimmy, Hal itu menyebabkan Dia terpaksa membuat cerita bohong bahwa sang ayah adalah seorang jagoan, superhero yang harus dirahasiakan keberadaannya dan tak bisa sering-sering ditemui. Dan Hyunjin harus merahasiakan itu baik-baik. Anak itu dulu sering menangis dan meminta bertemu dengan sang ayah, saya selalu memberikan alasan yang sama. Bahwa Ayah hyunjin sedang sibuk menyelamatkan dunia. Ia tak ingin memberikan kesan buruk tentang Jimmy pada hyunjin. Reya ingin meskipun Hyunjin tak memiliki Ayah, anak itu memiliki pemikiran tentang betapa hebatnya pria yang ia panggil Ayah itu meski pada kenyataannya Jimmy hanyalah seorang pengecut yang tak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Mommy, udah Mateng belum Unjin lapar," seru Hyunjin. "Tunggu sebentar lagi ya sebentar lagi pancakenya matang." Reya berkata seraya membolak-balik pancake yang ia buat. "Mommy, hari ini Appa ke mana?" Tanya anak itu. Reya seolah berpikir. "Coba mommy ingat-ingat. Semalam appa bilang dia mau ke Jepang." "Untuk apa?" Tanya Hyunjin. "Di Jepang kemarin ada gempa dan Appa ngebantuin mereka untuk ngobatin orang-orang yang sakit dan juga membantu anak-anak di sana yang nggak bisa makan. Jadi hyunjin harus makan yang banyak hari ini. Karena banyak anak di luar sana yang nggak seberuntung kamu yang bisa makan pancake enak buat yang ibunya." Reya mengatakan itu memberikan pemahaman pada hyunjin bahwa ia harus mensyukuri apa yang ia dapatkan hari ini dan tak boleh menyia-nyiakan rezeki termasuk makanan yang ia makan. Anak itu tersenyum seraya mengacungkan ibu jarinya. "Unjin akan habiskan semua buatan mommy. mommy Unjin boleh setel tivi?" Reya mengangguk, seraya menuangkan sirup maple di atas pancake buatannya. "Tapi kalau waktunya sudah mau berangkat sekolah yunjin harus matikan TV itu ya." "Oke mommy." Anak itu menyangkut senang kemudian berjalan menuju ruang tengah yang menjadi satu dengan ruang makan Dia kemudian menyalakan televisi. Anak itu menyetel video musik yang menunjukkan sang ayah yang sedang bernyanyi. Setelahnya ia kembali duduk di meja makan. Di sana sang ibu sudah menyiapkan sarapan paginya seporsi pancake dengan sirup maple dan juga jus jeruk. Setelahnya anak itu menyantap sarapannya jangan lahap sambil bernyanyi dan menatap layar televisi. Sebenarnya dalam hati Reya bahasa Inggris dengan apa yang ia lakukan karena harus berbohong pada hyunjin mengenai keberadaan sang ayah. Terasa menyakitkan hatinya setiap kali anak itu terlihat ketawa begitu riang saat menyaksikan ayahnya melalui televisi. Namun hanya itu cara yang bisa ia lakukan untuk membuat hyunjin lebih baik dan tak lagi menanyakan keberadaan Jimmy. Saat keduanya tengah menyantap sarapan terdengar suara bel. Reya daerah bangkit kemudian berjalan menuju pintu masuk ia melihat dari layar intercom ada Jaebom yang berdiri di depan pintu seraya menunjukkan botol s**u segar yang ia bawa. Reya segera membuka pintu dan pria itu memberikan s**u segar kepada Reya. "Sorry telat hari ini aku bangun kesiangan.," Kata si pemilik mata sipit itu pada Reya. "Nggak apa-apa hari ini hujan aku kasih jus jeruk, Makasih ya. Ayo masuk hari ini aku masak pancake pakai sirup maple kamu mau?" Wanita itu menawarkan kemudahan mempersilahkan Jaebom untuk masuk ke dalam dan menikmati sarapan yang telah Ia buat. Jaebom jalan masuk ke dalam mengikuti langkah Reya menuju ruang makan. Iya kemudian duduk di samping Hyun jin yang sibuk jangan pancake di hadapannya kemudian mengunyah sarapan paginya hingga membuat pipinya menggembung. Apa yang terjadi membuat Jaebom merasa gemss kemudian mencubit pelan pipi hyunjin. "Kaya tupai pipi kamu Unjin." Kata Jaebom. Mendengar perkataan pria dewasa di sampingnya membuat hyunjin terkekeh kemudian ia semakin membuat pipinya menggembung karena udara yang ia hembuskan dari dalam mulutnya. Keduanya tertawa bersama sementara Reya juga ikut tersenyum ketika ia melihat buah hatinya begitu gembira. Tanya yang kembali ke meja makan dan membawakan pancake yang tadi sengaja ia buat lebih karena ia tahu bahwa Jaebom akan datang untuk memberikan s**u segar. "Ini cobain ya?" Ucap Reya seraya meletakkan piring berisi pancake di depan Jaebom. "Terima kasih," ucap Jaebom yang kemudian dengan segera menyantap masakan sahabatnya itu. Hyunjin memperhatikan, kemudian bertanya. "Enak kan Om?" Jaebom menunjukkan kedua ibu jarinya ke arah Hyunjin sambil mengatakan bahwa masakan buatan Reya enak sekali. "Hyunjin hari ini sama samchon dan Bibi Ma dulu ya? Hari ini mommy mau cari sekolah buat kamu." Mendengar apa yang dikatakan oleh Reya membuat Jaebom menoleh. "Hyunjin mau kamu pindahin sekolahnya?" Reya menganggukan kepalanya tentu saja apa yang ia lakukan bukan hal yang mendadak karena sejak lama ia sudah merencanakan ini. "Aku emang rencanain kalau Hyunjin akan masuk taman kanak-kanak nanti akan sekolah di Seoul." "Ah begitu," sahut Jaebom terdengar sedikit kecewa. "Aku nggak bisa di sini terus dan memang akan ada waktunya untuk kembali ke sana. Aku udah pernah bilang kan kalau aku akan kembali ke Seoul. Sebenarnya, aku mau 2 tahun yang lalu tapi aku benar-benar ngerasa belum siap untuk itu. Ya sekarang rasanya akan ada momen yang tepat untuk aku kembali ke sana." Jelas Reya. "Hyunjin nggak boleh ikut?" Tanya anak itu. Reya menggelengkan kepala. "Cuma sebentar aja, mommy bakal segera kembali ke sini. Mungkin saat kamu pulang sekolah mommy udah di rumah." "Oke," Hyunjin berucap lemas tetapi ia tetap menurut bahwa ia akan menunggu ibunya pulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN