Love 51

1021 Kata
Jimmy berjalan menghampiri Tae menuju pintu masuk. Langkahnya terhenti dan ia merasa kecewa karena melihat profesor Go yang datang. Sementara Tae ingat bahwa hari ini adalah waktunya kedua kembar itu untuk dibawa kembali pulang. "Maaf aku datang terlalu pagi," ucap sang profesor merasa tak enak. "Ah enggak masalah prof. Silahkan masuk," ucap Tae yang kemudian mempersilahkan profesor untuk berjalan masuk ke dalam. Farah squinoid sedikit terkejut melihat siapa yang kini berjalan masuk menghampiri mereka. Tentu saja mereka ingat bahwa hari ini adalah terakhir kalinya mereka tinggal bersama para member BTL. Semalam juga Bonbon dan bongbong salah mempersiapkan pakaian mereka untuk dibawa. Selama beberapa bulan di sini barang-barang yang mereka miliki sudah cukup banyak karena Reya dan Soogi banyak memberikan pakaian aksesoris dan beberapa hal lainnya dibutuhkan oleh si kembar. "Maaf aku datang terlalu pagi.* Kata profesor lagi sambil membungkukkan tubuhnya ia merasa tak enak karena datang terlalu pagi dan mengganggu waktu sarapan semua member. "Enggak masalah prof silakan duduk," Namjun mempersilahkan. "Maaf aku tak bisa berlama-lama ke sini karena aku juga Bonbon dan bongbong harus segera ke Jepang." Jawab prosesor sebenarnya merasa sedikit tak enak karena ia menolak penawaran dari Namjun. Setelahnya profesor mengajak si kembar untuk segera berjalan keluar meninggalkan jom melalui pintu belakang. Karena di pintu depan banyak sekali wartawan dan juga fans yang masih menunggu. Hal itu sudah menjadi kebiasaan dan tak lagi membuat parabola terkejut. Meski ditunggui oleh wartawan dan yang telah menjadi kebiasaan sejak lama, mereka tetap tak terbiasa dengan itu. Dan selalu merasa terganggu jika ditunggu sepanjang hari. Sebelum pergi Bongbong dan Bonbon berpamitan pada Minmin. Meski mereka sering bertengkar namun ketiganya tetap merasa kehilangan satu sama lain. Main-main bahkan menangis saat Bonbon dan bong bong berjalan keluar dari apartemen. Meskipun kedua kembar itu seringkali membuatnya kesal dan marah namun ia cukup menyayangi keduanya. Setelah kepergian si kembar ruangan di apartemen terasa sedikit kosong. Biasanya dua kembar itu selalu membuat keributan. Tapi kini tak ada lagi yang membuat member BTL merasa kesal dan marah dengan kelakuan ajaib mereka. "Rasanya ada yang hilang setelah kedua anak telur itu pergi dari sini," ucap Yunki. "Iya apalagi Bonbon kan anak kamu Hyung." Heosok berucap. Yunki mengangguk, namun sesaat kemudian baru sadar dengan apa yang dikatakan oleh rekannya itu. Tentu saja akan terasa aneh jika ia disebut induk meskipun pada kenyataannya Iya benar adalah induk dari kedua squinoid itu. Yang terjadi kemudian adalah keduanya tertawa meskipun tak bisa tertawa lepas karena ada rasa sedih ketika si kembar meninggalkan dorm. "Rasanya ruangan ini mendadak jadi sepi banget setelah kasih kembar nggak ada lagi di sini." Tae berucap Iya benar-benar merasa ruangan ini menjadi lebih sepi karena tak ada lagi si kembar yang biasanya selalu mencari gara-gara. Sementara itu mendengar apa yang dikatakan para member yang lain membuat mind min merasa semakin sedih. Ia kini menutup wajah dengan kedua tangannya dan menangis. Melihat sang adik sepupu yang menangis, Heosok berjalan dengan cepat kemudian menepuk-nepuk punggung belakang ia berusaha menghibur adik sepupunya itu agar merasa lebih baik. Sementara itu si kembar tak segera pulang mereka harus segera berangkat ke Jepang untuk melakukan penelitian lanjutan setelah mereka dewasa. Ketiganya duduk di belakang ada profesor Dan juga para squinoid. Ini adalah pengalaman pertama kali bagi mereka untuk merasakan naik pesawat. Meski awalnya merasa sedih karena harus meninggalkan dorm. Kini keduanya sedang memikirkan Bagaimana rasanya naik pesawat dan itu membuat Bonbon dan Bongbong sangat merasa antusias. "Samchon kita ke mana?" Tanya Bonbon. Profesor menatap keduanya kemudian tersenyum Ia juga mengusap kepala Bonbon yang berada tepat di sampingnya. "Karena hari ini tepat 6 bulan kalian sudah keluar dari telur maka harus ada penelitian lanjutan jadi hari ini kita akan pergi ke Jepang untuk melakukan penelitian lanjutan." Mendengar apa yang dikatakan profesor membuat keduanya saling menatap takut. Keduanya saling tatap kemudian saling berpegangan tangan. melihat itu profesor mengerti dengan keresahan yang mereka rasakan lalu meminta agar Bonbon dan bongbong tetap tenang dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Kalian jangan khawatir ini enggak menyeramkan sama sekali." Sang profesor mencoba meyakinkan kepada keduanya yang segera dijawab dengan anggukan. *** Setelah selesai sarapan yunji5 segera melajukan mobilnya untuk menuju coffee shop milik Reya. Sudah hampir seminggu ini Ia juga tak sempat menjenguk kondisi gadis yang dia sayang itu. Yunki harus banyak beristirahat akibat suhunya sedikit terasa kurang sehat karena terlalu lelah dengan latihannya juga jadwal BTL. Pria pucat itu segera memarkirkan mobilnya ketika ia tiba di lokasi. Setelahnya segera berjalan turun. Dari dalam Ahreum sudah melihat bahwa Yunki datang. Gadis itu kemudian melangkah menuju sang adik yang tengah menghitung gelas. Ahreum menyentuh bahu sang adik yang segera menoleh setelah bertanya ada apa. "Oppa Yunki ke sini lagi." Kata Ahreum. "Temui aja Eon. Kan biasanya kamu memang nemuin dia?" Ujar Yuna coba mengingatkan. Setelah area pergi sudah mengetahui dari detektif yang ia minta tolong. Tentang semua hal yang berkaitan dengan kepergian reya, lokasi dan dengan siapa ia tinggal. Setelah mengetahui itu ya Coba mengkonfirmasi pada Ahreum Apa benar kalau reya tinggal bersama ibunya. Tentu saja awalnya gadis itu menolak mengatakan dan berbohong bahwa ia sama sekali tak mengetahui dengan apa yang dikatakan oleh pria berkulit putih itu. Namun pada akhirnya ia mengaku setelah Yunki menyebutkan semua hal tentang ibunya. Sejujurnya di dalam hatinya Ahreum yakin kalau Yunki adalah pria yang baik maka ia kemudian berani mengatakan kebenaran tentang Reya. "Silahkan duduk," Ahreum mempersilahkan ketika Yunki kini sudah berada di dalam ruang. Pria itu segera duduk di tempat yang ditunjukkan oleh Ahreum. "Terima kasih, aku ke sini karena aku butuh bicara sama kamu." Ahreum mengganggukan kepalanya kemudian dia duduk di kursi yang berhadapan dengan Yunki. "Kamu kan tahu kalau aku udah tahu Di mana tinggal saat ini Reya' Tentu saja jawaban itu dijawab dengan anggukan Ahreum. Tentu saja dengan jelas ya di situ mengetahuinya apalagi selama ini begitu yang begitu sibuk untuk mencari reya. Yunki kemudian meletakkan paper bag yang ia bawa sejak tadi ke atas meja makan. "Aku bisa minta tolong kamu bawa ini ke sana?, Tanya Yunki. "Kenapa oppa nggak nyampe langsung? bukannya selama ini kamu sering ke sana dan bertemu sama Reya?" Tanya Ahreum. "Aku memang nemuin dia tapi aku nggak berani untuk mendekati apalagi menyapa." Jawab Yunki.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN