Bab 22 Sudah Menetapkan Hati

1850 Kata

Lotta menghela napas, diletakan piring di tangan ke lantai sambil memandang Martin dan Ruben, lantas menceritakan mengenai perselingkuhan Kemal. Kedua matanya berlinang air mata, menggambarkan kesakitan hati karena dikhianatin sang suami. Martin dan Ruben berbarengan menghela napas, merasa lega karena sang adik menceritakan apa yang dipendam, tapi juga hati mereka mengilu, adik yang begitu baik hatinya disakiti Kemal. Mereka juga tahu siapa pelakor itu, tapi tidak tega mengatakan, karena si pelakor pernah menghancurkan hubungan cinta si adik dengan Harlan di masa lalu. Setelah Lotta selesai bercerita, Ruben merengkuh sang adik, disandarkan ke pundaknya. Billy cepat mengambil piring makan dari tangan lain si kakak, membiarkan tangan lain sang kakak menepuk-nepuk lembut perut Lotta. Martin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN