“Aneh?” Kemal memandang pintu gerbang rumah Lotta, “Biasanya kalau bel dipencet, pasti ada penjaga yang keluar dari rumah.” Merasa aneh, “Apa Lotta memerintahkan agar penjaga mengacuhkan siapa pun yang memencet bely a?” dia mulai menerka-nerka apa yang terjadi, “Jika iya, kurangajar dia!” merasa semua yang terjadi saat ini karena Lotta. Dipukul sekali kepalan tangan kanan ke telapak tangan kiri, “Benar Kak Siska, Aku harus keras ke Lotta, biar dia tidak kurangajar seperti ini ke Aku, suaminya.” Membenarkan doktrin yang dijejalkan Siska untuk menindas Lotta. Dia lantas membuka tas kerjanya, mencari sejenak kunci cadangan pintu gerbang dan semua pintu di rumah ini. “Untung aku simpan semua kunci rumahku di tempat aman.” Dia terkekeh, “Lotta lupa mengambil kunci ini.” Dipandangi satu rent

