“Pak sombong, apa kamu sibuk?" tanya Naura yang sedang tidur miring mengahadap punggung Sky. “Tidak. Kenapa, Ra? Apa ada sesuatu? Ada yang sakit?” tanya pria itu yang kini menutup laptopnya dan menghampiri Naura berada. Naura menggeleng. “Tidak ada apa-apa.” Sky tersenyum. Ia mengusap lembut rambut Naura. “Bolehkah temani aku tidur?” Sky mengangguk. Ia membaringkan diri di sebelah Naura. Dengan pembatas yang memang sudah mereka siapkan dari awal mereka sekamar. “Anak ayah, temani mamamu tidur ya! Jangan nakal di sana,” ucap Sky sambil mengelus lembut perut wanita di sebelahnya. Beberapa menit berlalu, Sky mulai terpejam matanya. Namun, netra Naura terus membuka. Entah megapa, ia masih terjaga. Ditatapnya wajah Sky yang telah terlelap bersaman degan dengkuran halus yang seirama

